Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Do'a-do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Do'a-do'a. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Oktober 2015

Aku Hanya Selembar Daun Kering yang Tak Berdaya






Janganku suaraku, ya ‘AZIZ
.. 
Sedangkan firman-MU pun diabaikan ..

Jangankan ucapanku, ya QAWIY ..
Sedangkan ayat-MUpun disepelekan ..

Jangankan cintaku, ya DZUL QUWWAH ..
Sedangkan kasih sayang-MU pun dibuang ..

Jangankan sapaanku, ya MATIN ..
Sedangkan solusi tawaranMUpun diremehkan ..

Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka ..
Sedangkan jasa penciptaanMU pun dihapus ..

Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka ..
Sedangkan kitabMU diingkari oleh seribu peradaban ..

Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati ..
Sedangkan Rahman RahimMU diingat hanya sangat sesekali ..


Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti ..
Sedangkan kekasihMU Muhammad dilempar batu ..
Sedangkan IbrahimMU dibakar ..
Sedangkan YunusMUdicampakkan ke laut ..
Sedangkan NuhMU dibiarkan kesepian ..


Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir ..
Wahai Jabbar Mutakabbir ..
Engkau Maha Agung dan aku kerdil ..
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan ..
Engkau Maha Kuat dan aku lemah ..
Engkau Maha Kaya dan aku papa ..
Engkau Maha Suci dan aku kumuh ..
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya ..


Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar ..
Rasul kekasihMU maíshum dan aku bergelimang hawaí ..
Nabi utusanMU terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab ..


Wahai Mannan wahai Karim ..
Wahai Fattah wahai Halim ..
Aku setitik debu namun bersujud kepada-MU ..
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepada-MU ..
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaan-MU ...





* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid




Kamis, 22 Oktober 2015

Keutamaan Bulan Muharram dan Hari Asyura



     Muharram adalah bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Al-Quran.
"Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah
pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."
Keempat bulan itu adalah, Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat dengan hal ini karena Rosululullah SAW dalam haji kesempatan haji terakhirnya
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."
Selain keempat bulan khusus itu, bukan berarti bulan-bulan lainnya tidak memiliki keutamaan, karena masih ada bulan Ramadhan yang diakui sebagai bulan paling suci dalam satu satu tahun. Keempat bulan tersebut secara khusus disebut bulan-bulan yang disucikan karena ada
alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.
Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah Swt memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmatnya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas
kehendakNya.

Keutamaan Bulan Muharram
Nabi Muhammad SAW bersabda :
" Ibadah puasa yang paling baik setelah puasa Ramadan adalah berpuasa di bulan Muharram."
Meski puasa di bulan Muharram bukan puasa wajib, tapi mereka yang berpuasa pada bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT Khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari 'Asyura.
Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Menurut orang-orang Yahudi itu, tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari ketika Nabi Musa dan
pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.
Mendengar hal ini, Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Kami lebih dekat hubungannya dengan Musa daripada kalian" dan langsung menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura. Bahkan dalam sejumlah tradisi umat Islam, pada awalnya berpuasa pada hari 'Asyura
diwajibkan. Kemudian, puasa bulan Ramadhan-lah yang diwajibkan sementara puasa pada hari 'Asyura disunahkan.
Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika Rosullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika puasa bulan Ramadhan menjadi puasa wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan  kewajiban puasa pada hari 'Asyura dihilangkan. Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rosulullah SAW biasa berpuasa pada hari 'Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.
Abdullah Ibn Mas'ud mengatakan, "Nabi Muhammad lebih memilih berpuasa pada hari 'Asyura dibandingkan hari lainnya dan lebih memilih berpuasa Ramadhan dibandingkan puasa 'Asyura." (HR Bukhari dan Muslim). Pendek kata, disebutkan dalam sejumlah hadist bahwa puasa di hari 'Asyura hukumnya sunnah.
Beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura. Alasannya, seperti diungkapkan oleh Nabi Muhammad SAW, orang Yahudi hanya berpuasa pada hari 'Asyura saja dan Rosulullah ingin membedakan puasa umat Islam dengan puasa orang Yahudi. Oleh sebab itu ia menyarankan umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura ditambah puasa satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya (tanggal 9 dan 10 Muharram atau tanggal 10 dan 11 Muharram).
Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu boleh
dilakukan.

Legenda dan Mitos Hari 'Asyura
            Meski demikian banyak legenda dari salah pengertian yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari 'Asyura, meskipun tidak ada sumber otentiknya dalam Islam. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari'Asyura Nabi Adam diciptakan, pada hari 'Asyura Nabi Ibrahim dilahirkan, pada hari 'Asyura Allah Swt menerima tobat Nabi Ibrahim, pada hari 'Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada  hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.
Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari 'Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan dengan  peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan  hari 'Asyura.
Anggapan-anggapan yang salah lainnya tentang bulan Muharram adalah kepercayaan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang tidak membawa keberuntungan, karena Husain terbunuh pada bulan itu. Akibat adanya anggapan yang salah ini, banyak umat Islam yang tidak melaksanakan pernikahan pada bulan Muharram dan melakukan upacara khusus sebagai  tanda ikut berduka atas tewasnya Husain dalam peperangan di Karbala, apalagi disertai dengan ritual merobek-robek baju atau memukuli dada sendiri.
Nabi Muhammad sangat melarang umatnya melakukan upacara duka karena meninggalnya seseorang dengan cara seperti itu, karena tindakan itu adalah warisan orang-orang pada zaman jahiliyah.
Rasulullah bersabda, "Bukanlah termasuk umatku yang memukuli dadanya, merobek bajunya dan menangis seperti orang-orang pada zaman jahiliyah."


Bulan Pengampunan Dosa
            Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan pertumpahan
darah.
Seperti sudah disinggung di atas, bahwa bulan Muharram banyak memiliki keistimewaan. Khususnya pada tanggal 10 Muharram. Beberapa kemuliaan tanggal 10 Muharram antara lain Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun ke depan. (Tarmidzi)




            Semoga artikel tentang Keutamaan Bulan Muharram dan Hari Asyura ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Kamis, 08 Oktober 2015

Keutamaan Dan Rahasia Hari Jum'at


    

    Rosulullah SAW sangat memuliakan hari Jumat. Dalam banyak riwayat, Rosulullah bahkan meminta kita memuliakan hari itu. Dalam sebuah riwayat, Rosulullah pernah bersabda :

“ Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jum'at.” [Riwayat Muslim]
Rosulullah juga pernah bersabda :
“ Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum'at, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata : ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” ( Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An- Nasa’i )
Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya do'a, yaitu saat-saat terakhir setelah sholat ashar ( seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits ) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jum'at sampai sholat selesai ditunaikan.
  • Amalan Mulia
Allah mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan yang datangnya langsung dari Allah.
Beberapa rahasia keagungan hari Jumat adalah sebagai berikut :
1. Pertama, Hari Keberkahan
         Di mana di hari Jumat berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid untuk mengikuti sholat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jum'at memiliki 33 keutamaan.
Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada 1001 keistimewaan.
2. Kedua, Hari Dikabulkannya do'a
Di antara rahasia keutamaan hari Jumat lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya do'a.
“Di hari Jum'at itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan sholat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” [ HR.Bukhari dan Muslim ]
Dari Abu Hurairah, Rosulullah bersabda :
“Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan sholat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.”
[ Muttafaqun Alaih ]

3. Ketiga, Hari Diperintahkannya Shalat Jumat
Rosulullah bersabda :
“Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan sholat Jum'at. Atau ( jika tidak ) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang- orang yang lalai.” [ HR.Muslim ]
Dalam riwayat lain Rosulullah menyebutkan :
“Sholat Jum'at adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang : budak, atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.”[ HR.Abu Daud ]
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [ QS: Al-Jumu'ah:9 ]
“Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan sholatnya..”

4. Keempat, Hari Pembeda antara Islam dan Non- Muslim
Hari Jum'at adalah hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang Nashrani.
Abu Hurairah meriwayatkan :
Rosulullah bersabda : “Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum'at, Sabtu, dan Ahad.
Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk.”
[ HR. Muslim ]

5. Kelima, Hari Allah SWT menampakan diri
Dalam sebuah riwayat disebutkan,Hari Jumat Allah SWT menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga.
Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat:
“Dan Kami memiliki pertambahannya” ( QS.50:35 ) mengatakan:”Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.”
Dan masih banyak keistimewan hari Jum'at.
Di antaranya adalah : Dalam “al-Musnad” dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Penghulunya hari adalah hari Jum'at, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata’ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha."
Pada hari Jum'at tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat.
Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.
Karena itu, Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.

  • Etika Menyambut Hari Jumat
1. Mandi Jum’at (jinabat)
Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rosulullah bersabda, yang artinya: “Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” ( HR. Bukhori dan Muslim )
Mandi Jum'at ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit, dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jum'at.
Adapun tata cara mandi Jum'at ini seperti halnya mandi jinabat biasa.
Rosulullah bersabda yang artinya : “Barangsiapa mandi Jum'at seperti mandi jenabat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Berpakaian Bersih dan Memakai Wangi-Wangian
Rosulullah bersabda :
“Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian sholat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at.” [ HR. Bukhari ]
3. Menghentikan Aktivitas Jual-Beli dan Menyegerakan ke Masjid
Anas bin Malik berkata :
“Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” [ HR. Bukhari ]
Al Hafidz Ibnu Hajar berkata :
“Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jum'at pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” ( Lihat Fathul Bari II / 388 )
4. Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Jum’at
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari.” [ HR. Muslim ]
5. Membaca Surat Al Kahfi
Nabi bersabda yang artinya :
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.”
6. Memperbanyak Sholawat
Dari Anas r.a, Rosulullah SAW bersabda :
“Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat dan malam Jumat.”  [ HR. Baihaqi ]
Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, dia mengatakan, Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda :
“Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jum'at. pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku”,
Para shahabat bertanya: “Wahai Rosulullah, bagaimana diperlihatkan kepada engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur ( sudah menyatu dengan tanah ketika sudah wafat ),
Beliau menjawab:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala mengharamkan kepada bumi untuk memakan ( menghancurkan ) jasad para Nabi.” [ HR. "al-Khamsah ]



          Semoga Artikel tentang  Keutamaan Dan Rahasia  Hari Jum'at ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Jumat, 07 Agustus 2015

Semakin Mengenal Allah, Semakin Haus Akan Kasih Sayang-Nya



Kadang Ku ingin terbang menggapai bintang
Menikmati malam yang gelap gulintang
Bersanding dalam pekatnya malam
Merasakan Indahnya hidup yang sangat menawan ...

Detik malam yang semakin silam
Menitih pagi yang mungkin msih menyengkam
Akankah ada hari esok untukku
Akankah ada kesempatan Ku menghirup udara yang sejuk itu ...

Kubersanding dengan-Mu wahai Tuhanku
Kuhanya bisa mengadu semua Pada-Mu Yaa Robbiku
Kuhanya ingin mendekat dengan-Mu wahai Pemilik jiwaku


Yaa Allah Yaa Robbi ...
Peluklah hati ini dengan kasih sayang-Mu
Agar Hamba bisa kuat dan tabah tuk menghadapi hidup ini
Hidup yang penuh lika-liku
Hidup yang penuh misteri
Hidup yang penuh karunia-Mu ini ...

Yaa Allah Yaa Robbi ...
Ampunilah Hamba-Mu ini
Yang penuh dosa dan segalanya
Ku Hanya berpasrah kepada-Mu Yaa Robbi
Semoga Hamba bisa menjadi seorang Hamba yang tidak merugi ...

Biarlah Ku di caci Maki di dunia ini
Semoga Hamba bisa menjadi hamba yang berarti Hanya di hadapan-Mu Yaa Robbi ...

Aamiiin Yaa Robbal'alamiin ...

Syujud syukurku Hanya Pada-Mu Yaa Robbi ...





* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Minggu, 26 Juli 2015

Untukmu Semua Sahabat



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Beranda Maya awal perkenalan
Suka duka dalam persahabatan
Sungguh tak hilang dari ingatan
Detik-detik manis saat gurauan

Andai terselip khilaf dalam canda
Atau tergores luka dalam tawa

Dan tersinggung rasa dalam bicara

Maklumi aku hanya manusia biasa

Menyambung kasih berajut cinta
Beralaskan ikhlas beratap doa
Karena pujangga  bersyair cinta
Tentu bersimbah khilaf dan dosa

Terkadang mata salah melihat
Terlebih mulut salah berucap

Hatipun kadang salah menduga

Ku takut dosa membelenggu jiwa

Anak nelayan mengail ikan
Perahu berlabuh ditengah lautan
Adakah sahabat yang terzolimkan
Bukakan hati, ku mohon ampunan

Andaikan hati kita sejernih air
Layakan ia jangan sampai keruh

Andaikan hati kita seputih awan

Layakan ia jangan biarkan mendung

Harum melati semerbak wangi
Sebagai penghias hari yang fitri
Tulisan ku ini hadir pengganti diri
Untuk ulurkan tangan bersilaturahmi

Kata diungkap tangan bergerak
Rasa bersalah takut terbayang

Tiada kata kecuali ku Minta Maaf

Jalin ukhuwah dan kasih sayang

Di atas kain benang di sulam
Seindah bunga di jambangan
Walau hanya berupa tulisan
Serasa kita berjabat tangan
Sepuluh jari ku tersusun rapi
Bunga melati pengharum hati

Tulisan dikirim pengganti diri

Aku Mohon MAAF setulus hati

Selamat HARI RAYA IDUL FITRI 1436H
Mohon maaf lahir dan bathin



       Semoga Artikel tentang Untukmu Semua Sahabat ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiya dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Selasa, 21 Juli 2015

10 Surah Dalam Al-Qur’an Yang Bagus Diamalkan Sehari-hari



       Ada beberapa surat dalam Al-Qur’an yang memiliki kelebihan dibandingkan surat yang lain. Kelebihan ini diketahui dari beberapa hadits Nabi yang memerintahkan untuk membacanya, baik setiap hari atau pada saat-saat tertentu. Dalam Al-Qur’an sendiri ada 114 surat. Akan sangat bagus bagi kita jika bisa mengamalkan beberapa surat yang utama tersebut.

Dan ini 10 Surat Yang Baik Diamalkan sehari-hari :

  • 1. Surah Al-Fatihah
      Amalkan membaca Surah Al-Fatihah saat hendak tidur diikuti dengan membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Insya’Allah akan aman tenteram dan terjauh dari gangguan setan. Dianjurkan juga membaca surah ini sebanyak 44 kali untuk mengobati sakit mata, perut, gigi dan lain-lainnya dengan izin Allah SWT. Untuk mencegah kemarahan Allah, bacalah surah ini sebanyak 17 kali sehari yaitu dengan mengerjakan shalat 5 waktu.

  • 2. Surah Yassin
      Telah bersabda Rosulullah SAW, sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada hati, dan hati Al-Qur’an adalah Surah Yaasin yaitu jantung Al-Qur’an. Siapa yang membaca Surah Yaasin, niscaya dituliskan oleh Allah pahala menyamai sepuluh kali membaca Al-Qur’an seluruhnya. (HR At-Tarmizi dari Anas ra)

Rosulullah SAW juga bersabda : Surah Yaasin disebut di dalam kitab Taurat dengan sebutan “At-Mu’ammah” (yang umum), yang mengumumkan pembacanya dengan kebaikan dunia dan akhirat, menanggung segala bala baik dari kesusahan di dunia maupun akhirat. Pembaca juga akan dilindungi dari setiap keburukan dan kejahatan serta segala hajat dan keinginan akan Allah kabulkan. Jika dibaca dalam satu malam semata-mata mengharapkan keridhaan Allah, niscaya Allah akan mengampuni dosanya. (Hadits riwayat Malik, Ibnu-Sunni dan Ibnu Hibban). Surah Yaasin ini juga jika diamalkan akan terselamatlah kita dari kehausan di hari Kiamat.


  • 3. Surah At- Dhuhan
    Dibaca sekali pada malam Jumat agar kita selamat dari huru hara di Padang Mahsyar.


  • 4. Surah Al-Waqi’ah
      Menurut beberapa hadis Rosulullah SAW mereka yang mengamalkan membaca Surah Al-Waqi’ah pada setiap malam, insya’Allah tidak akan merasakan kemiskinan. Mereka yang membacanya sebagai wirid, insya’Allah akan beroleh kesenangan selama-lamanya. Mereka yang membacanya sebanyak 14 kali setiap lepas sholat Ashar, insya’Allah akan dikaruniai rezeki yang banyak. Setelah sholat Isya, ambillah segelas air lalu bacalah Surah Al-Fatihah sekali, Ayatul Qursi sekali dan Surah Al-Waqi’ah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. Tiup dalam air dan minum. Dalam hati, niat untuk menjaga kecantikan diri dan kebahagiaan rumahtangga kita.
Makna Surah Al-Waqi’ah ayat 35-38 ialah : “ Sesungguhnya, Kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa. Serta Kami jadikan mereka perawan (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya serta yang sebaya dengan umurnya.

  • 5. Surah Al- Kautshar
      Barangsiapa yang mengamalkan membaca ayat ini sebanyak 1.000 kali, maka Allah SWT akan mengabulkan hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkat. Siapapun yang membaca 1.000 kali juga setelah sholat Isya sampai dia tertidur, insya’Allah dia dapat melihat Rosulullah SAW dalam tidurnya.

  • 6. Surah Al-Khaafiruun
      Siapa yang membaca Surah Al-Khaafiruun, maka perumpamaannya seperti membaca seperempat Al-Qur’an, disamping terlepas dari syirik, terjauh dari godaan setan dan terlepas dari peristiwa yang mengejutkan (Riwayat At-Tarmizi). Sebelum tidur, bacalah surah ini agar kita mati dalam iman serta membersihkan kotoran dalam diri kita.

  • 7. Surah Al-Mulk
      Satu lagi Surah dari Al-Qur’an yaitu Surah Al-Mulk yang memiliki fadilat dan manfaat yang sangat besar bagi orang yang mengamalkan membacanya. Menurut beberapa hadis Rosulullah SAW, mereka yang mengamalkan membaca akan surah ini, akan mendapat syafaat dan keampunan dosa-dosanya. Mereka yang membacanya pada setiap malam, insya Allah, akan selamat dari siksa kubur.

  • 8. Surah Al-Ikhlas 
      Rosulullah SAW pernah bersabda kepada istri kesayangan baginda Siti Aisyah, antara artinya : “ Wahai Aisyah isteri ku, sebelum kamu tidur, khatamkanlah dulu Al-Qur’an.” Siti Aisyah lalu berkata, “ Wahai suami ku, saya tidak mampu khatam Al-Qur’an sebanyak 30 juz itu.” Ketika mendengar kata-kata Siti Aisyah tersebut, Rosulullah SAW sambil tersenyum lalu menjawab, “Barangsiapa yang membaca 3 kali sebelum tidur, seolah-olah ia telah khatam Al-Qur’an seluruhnya.”

Dari Rosulullah SAW pernah bersabda kepada Ali ra : “ Barangsiapa hendak pergi bepergian, kemudian ketika dia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surat Al-Ikhlas 11 kali, maka Allah memelihara rumahnya sampai ia kembali. Ibnu Said Al-Khanafi menjelaskan:” Surah ini dinamakan Surah Al -Ikhlas, artinya bersih atau lepas. Maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlas, maka ia akan dilepaskan kesusahan duniawi, dimudahkan di dalam gelombang sakratulmaut, dihindarkan dari kegelapan kubur dan kengerian hari kiamat. ”

  • 9. Surah Al-Falaq
      Siti Aisyah menjelaskan : “ Bahwa Rosulullah SAW pada setiap malam ketika hendak tidur, beliau membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas lalu ditiupkan pada kedua telapak tangan, kemudian dioleskan ke seluruh tubuh dan kepala. Barang siapa terkena penyakit karena perbuatan setan atau manusia, harus membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 41 kali selama 3 hari, 5 hari atau 7 hari berturut-turut. Barang siapa yang takut akan godaan setan dan manusia, takut dalam kegelapan malam atau takut dengan kejahatan manusia, bacalah Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 100 kali.

  • 10. Surah An-Nas
      Surah An-Nas adalah surah yang terakhir (ke-114) dalam Al-Qur’an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surat ini yang berarti manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah Makkiyah. Isi surat ini adalah untuk mengatur manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan baik yang berasal dari golongan manusia maupun jin. Surah An-Nas ini juga adalah penerang hati.





          Semoga Artikel tentang 10 Surah Dalam Al-Qur’an Yang Bagus Diamalkan Sehari-hari ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid


       


Jumat, 10 Juli 2015

7 Fakta Tentang Keutamaan Malam Lailatul Qodar


Inilah 7 Fakta tentang Keutamaan Malam Lailatul Qodar yang harus kita ketahui :

  1. Malam lailatul qadar lebih utama dari malam seribu bulan.
  2. Malam lailatul qadar adalah malam yang penuh dengan keberkahan.
  3. Pada malam lailatul qadar malaikat turun ke bumi untuk memberikan ganjaran yang berlipat-lipat.
  4. Malam lailatul qadar disifati dengan "Salaam" (banyak yang selamat dari siksa neraka) karena berdo'a di malam lailatul qadar.
  5. Malam lailatul qadar adalah malam dicatatnya takdir tahunan (penulisan takdir di lauhul mahfudz dalam 1 tahun akan dirinci dimalam lailatul qadar, juga akan dicatat ketentuan ajal & rizqi.
  6. Dosa tiap orang yang menghidupkan malam lailatul qadar akan di ampuni.
  7. Malam lailatul qadar adalah waktu diturunkannya Al-Qur'an secara utuh dari lauhul mahfudz ke langit dunia.


Mari di sisa waktu hari-hari terakhir bulan Ramadhan ini kita memperbanyak ibadah agar mendapatkan malam kemuliaan lailatul qadar. Aamiin


        Semoga Artikel tentang 7 Fakta Tentang Keutamaan Malam Lailatul Qodar ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid


Rabu, 01 Juli 2015

Hikmah di Balik Puasa Ramadhan



      Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, keluarga, para sahabatnya dan kita sebagai pengikutnya hingga yaumil kiamah.
Berikut adalah beberapa hikmah di balik puasa Ramadhan yang di sarikan dari beberapa kalam ulama.

  • 1. Menggapai Derajat Takwa
Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa di antara hikmah puasa adalah agar seorang hamba dapat menggapai derajat takwa dan puasa adalah sebab meraih derajat yang mulia ini. Hal ini dikarenakan dalam puasa, seseorang akan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Inilah pengertian takwa. Bentuk takwa dalam puasa dapat kita lihat dalam berbagai hal berikut.

  1. Pertama, orang yang berpuasa akan meninggalkan setiap yang Allah larang ketika itu yaitu dia meninggalkan makan, minum, berjima’ dengan istri dan sebagainya yang sebenarnya hati sangat condong dan ingin melakukannya. Ini semua dilakukan dalam rangka taqorrub atau mendekatkan diri pada Allah dan meraih pahala dari-Nya. Inilah bentuk takwa.
  2. Kedua, orang yang berpuasa sebenarnya mampu untuk melakukan kesenangan-kesenangan duniawi yang ada. Namun dia mengetahui bahwa Allah selalu mengawasi diri-Nya. Ini juga salah bentuk takwa yaitu merasa selalu diawasi oleh Allah.
  3. Ketiga, ketika berpuasa, setiap orang akan semangat melakukan amalan-amalan ketaatan. Dan ketaatan merupakan jalan untuk menggapai takwa. Inilah sebagian di antara bentuk takwa dalam amalan puasa.

  • 2. Hikmah di Balik Meninggalkan Syahwat dan Kesenangan Dunia

Di dalam berpuasa, setiap muslim diperintahkan untuk meninggalkan berbagai syahwat, makanan dan minuman. Itu semua dilakukan karena Allah. Dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman :


يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى
“ Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku”.
Di antara hikmah meninggalkan syahwat dan kesenangan dunia ketika berpuasa adalah :
  1. Pertama, dapat mengendalikan jiwa. Rasa kenyang karena banyak makan dan minum, kepuasan ketika  berhubungan dengan istri, itu semua biasanya akan membuat seseorang lupa diri, kufur terhadap nikmat, dan menjadi lalai. Sehingga dengan berpuasa, jiwa pun akan lebih dikendalikan.
  2. Kedua, hati akan menjadi sibuk memikirkan hal-hal baik dan sibuk mengingat Allah. Apabila seseorang terlalu tersibukkan dengan kesenangan duniawi dan terbuai dengan makanan yang dia lahap, hati pun akan menjadi lalai dari memikirkan hal-hal yang baik dan lalai dari mengingat Allah. Oleh karena itu, apabila hati tidak tersibukkan dengan kesenangan duniawi, juga tidak disibukkan dengan makan dan minum ketika berpuasa, hati pun akan bercahaya, akan semakin lembut, hati pun tidak mengeras dan akan semakin mudah untuk tafakkur (merenung) serta berdzikir pada Allah.
  3. Ketiga, dengan menahan diri dari berbagai kesenangan duniawi, orang yang berkecukupan akan semakin tahu bahwa dirinya telah diberikan nikmat begitu banyak dibanding orang-orang fakir, miskin dan yatim piatu yang sering merasakan rasa lapar. Dalam rangka mensyukuri nikmat ini, orang-orang kaya  pun gemar berbagi dengan mereka yang tidak mampu.
  4. Keempat, dengan berpuasa akan mempersempit jalannya darah. Sedangkan setan berada pada jalan darahnya manusia. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
“ Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia pada tempat mengalirnya darah.”

Jadi puasa dapat menenangkan setan yang seringkali memberikan was-was. Puasa pun dapat menekan syahwat dan rasa marah. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan puasa sebagai salah satu obat mujarab bagi orang yang memiliki keinginan untuk menikah namun belum kesampaian”.

  • 3. Mulai Beranjak Menjadi Lebih Baik
Di bulan Ramadhan tentu saja setiap muslim harus menjauhi berbagai macam maksiat agar puasanya tidak sia-sia, juga agar tidak mendapatkan lapar dan dahaga saja. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“ Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.”

Puasa menjadi sia-sia seperti ini disebabkan bulan Ramadhan masih diisi pula dengan berbagai maksiat. Padahal dalam berpuasa seharusnya setiap orang berusaha menjaga lisannya dari rasani orang lain (baca: ghibah), dari berbagai perkaataan maksiat, dari perkataan dusta, perbuatan maksiat dan hal-hal yang sia-sia.
Dari Abu Hurairah, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“ Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”
Dari Abu Hurairah, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
“ Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.

Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah. Sedangkan rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita atau dapat pula bermakna kata-kata kotor.

Oleh karena itu, ketika keluar bulan Ramadhan seharusnya setiap insan menjadi lebih baik dibanding dengan bulan sebelumnya karena dia sudah ditempa di madrasah Ramadhan untuk meninggalkan berbagai macam maksiat. Orang yang dulu malas-malasan sholat 5 waktu seharusnya menjadi sadar dan rutin mengerjakannya di luar bulan Ramadhan. Juga dalam masalah shalat Jama’ah bagi kaum pria, hendaklah pula dapat dirutinkan dilakukan di masjid sebagaimana rajin dilakukan ketika bulan Ramadhan. Begitu pula dalam bulan Ramadhan banyak wanita muslimah yang berusaha menggunakan jilbab yang menutup diri dengan sempurna, maka di luar bulan Ramadhan seharusnya hal ini tetap dijaga.

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَإِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ
“(Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang continu (ajeg) walaupun sedikit.”

Ibadah dan amalan ketaatan bukanlah ibarat bunga yang mekar pada waktu tertentu saja. Jadi, ibadah sholat 5 waktu, sholat jama’ah, sholat malam, gemar bersedekah dan berbusana muslimah, bukanlah jadi ibadah musiman. Namun sudah seharusnya di luar bulan Ramadhan juga tetap dijaga. Para ulama seringkali mengatakan, “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, -pen) hanya pada bulan Ramadhan saja.”

Ingatlah pula pesan dari Ka’ab, “ Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan lantas terbetik dalam hatinya bahwa setelah lepas dari Ramadhan akan berbuat maksiat pada Rabbnya, maka sungguh puasanya itu tertolak (tidak bernilai apa-apa).”

  • 4. Kesempatan untuk Saling Berkasih Sayang dengan Si Miskin dan Merasakan Penderitaan Mereka
Puasa akan menyebabkan seseorang lebih menyayangi si miskin. Karena orang yang berpuasa pasti merasakan penderitaan lapar dalam sebagian waktunya. Keadaan ini pun ia rasakan begitu lama. Akhirnya ia pun bersikap lemah lembut terhadap sesama dan berbuat baik kepada mereka. Dengan sebab inilah ia mendapatkan balasan melimpah dari sisi Allah.

Begitu pula dengan puasa seseorang akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang miskin, fakir, yang penuh kekurangan. Orang yang berpuasa akan merasakan lapar dan dahaga sebagaimana yang dirasakan oleh mereka-mereka tadi. Inilah yang menyebabkan derajatnya meningkat di sisi Allah.
Inilah beberapa hikmah syar’i yang luar biasa di balik puasa Ramadhan. Oleh karena itu, para salaf sangatlah merindukan bertemu dengan bulan Ramadhan agar memperoleh hikmah-hikmah yang ada di dalamnya. Sebagian ulama mengatakan, “Para salaf biasa berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Dan 6 bulan sisanya mereka berdoa agar amalan-amalan mereka diterima”.



Hikmah Puasa yang Keliru
Adapun hikmah puasa yang biasa sering dibicarakan sebagian kalangan bahwa puasa dapat menyehatkan badan (seperti dapat menurunkan bobot tubuh, mengurangi resiko stroke, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi resiko diabetes), maka itu semua adalah hikmah ikutan saja dan bukan hikmah utama. Sehingga hendaklah seseorang meniatkan puasanya untuk mendapatkan hikmah syar’i terlebih dahulu dan janganlah dia berpuasa hanya untuk mengharapkan nikmat sehat semata. Karena jika niat puasanya hanya untuk mencapai kenikmatan dan kemaslahatan duniawi, maka pahala melimpah di sisi Allah akan sirna walaupun dia akan mendapatkan nikmat dunia atau nikmat sehat yang dia cari-cari.

Allah Ta’ala berfirman :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
“ Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20)

Ibnu ‘Abbas mengatakan :
“Orang yang gemar berbuat riya’ akan diberi balasan kebaikan mereka di dunia. Mereka sama sekali tidak akan dizholimi. Namun ingatlah, barangsiapa yang melakukan amalan puasa, amalan shalat atau amalan shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia yang dia cari-cari. Akan tetapi, amalannya akan lenyap di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari keuntungan dunia. Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi”.

Sehingga yang benar, puasa harus dilakukan dengan niat ikhlas untuk mengharap wajah Allah. Sedangkan nikmat kesehatan, itu hanyalah hikmah ikutan saja dari melakukan puasa, dan bukan tujuan utama yang dicari-cari. Jika seseorang berniat ikhlas dalam puasanya, niscaya nikmat dunia akan datang dengan sendirinya tanpa dia cari-cari.
Ingatlah selalu nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ
“ Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.”

Adapun hadits yang mengatakan :

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا
“ Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Perlu diketahui bahwa hadits semacam ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if) menurut ulama pakar hadits.


           Semoga Artikel tentang Hikmah di Balik Puasa Ramadhan ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Senin, 22 Juni 2015

Berkah Makan Sahur



بسم الله الرحمن الرحيم

        Kebanyakan dari kita bangun sahur dengan terpaksa dan bukan atas dasar kesadaran. Maksud kami "terpaksa" adalah kebanyakan kita bangun sahur adalah karena alasan takut lapar di siang hari. Padahal bila kita mengkaji hikmah dari disyariatkannya sahur ini kita bisa mendapatkan berbagai kebaikan dari ibadah sahur ini.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
“ Makanlah sahur karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” [HR Al Bukhari (1923) dan Muslim (1095)]

Di dalam hadits ini, Rosulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan bahwa di dalam makan sahur terdapat berkah atau kebaikan dan manfaat yang banyak. Berikut ini adalah sebagian dari keberkahan tersebut :

1. Sahur merupakan bentuk ketaatan kepada Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman di dalam Al Qur`anul Karim :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ
“ Makanlah dan minumlah kalian sampai tampak jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” [QS Al Baqarah: 187]

Di dalam ayat ini Allah ta’ala dengan jelas mensyariatkan sahur bagi orang-orang yang hendak melaksanakan puasa.

2. Makan sahur memberikan kekuatan tenaga bagi orang yang berpuasa untuk dapat melaksanakan berbagai aktifitasnya di siang hari saat dia sedang berpuasa.

3. Makan sahur bisa membuat seseorang untuk bangun malam lebih cepat karena dia membutuhkan cukup waktu untuk mempersiapkan makanan dan memakan makanan tersebut.

Dengan bangunnya dia lebih cepat pada waktu malam, maka dia sebenarnya berada pada waktu sepertiga malam akhir yang mana waktu itu merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdo'a sebagaimana yang disebutkan oleh Rosulullah صلى الله عليه وسلم :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“ Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun pada setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir dan berkata : “ Siapakah yang memanggil-Ku agar Aku jawab dia? Siapakah yang meminta kepada-Ku agar Aku berikan kepadanya? Siapakah yang meminta ampun kepada-Ku agar Aku ampuni dia?” [HR Al Bukhari (1145) dan Muslim (758) dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu]

4. Bangun sahur membuat seseorang lebih mudah melangkah ke mesjid untuk melaksanakan sholat Subuh berjamaah.

5. Makan sahur merupakan penyelisihan terhadap kaum Ahli Kitab. Di dalam agama mereka, makan sahur tidaklah disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam kitab-kitab mereka.

Kita, selaku umat Islam, diperintahkan oleh Allah dan Rosul-Nya untuk menyelisihi segala bentuk peribadatan dan amalan yang menjadi kekhususan mereka. Dalil atas perkara ini banyak terdapat di dalam Al-Qur`an dan hadits-hadits nabawi.

6. Orang yang makan sahur mendapatkan do'a dari para malaikat dan pengampunan dari Allah ‘azza wa jalla.

Dalilnya adalah hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَتَجَرَّعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
“ Janganlah kalian tinggalkan ia (sahur) meskipun kalian hanya minum seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersholawat kepada orang yang melaksanakan sahur.” [HR Ahmad (11101). Hadits shahih]

Demikianlah beberapa kebaikan dan manfaat dari makan sahur, semoga menjadi motivasi bagi kita untuk tidak meninggalkan ibadah yang satu ini.

والحمد لله رب العالمين

Diringkas dari kitab Taudhihul Ahkam karangan Syekh Abdullah bin Abdirrahman Alu Bassam rahimahullah.


     
          Semoga Artikel tentang Berkah Makan Sahur ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Jumat, 19 Juni 2015

Do'a Harian Selama Bulan Puasa Ramadhan


        
          Bulan Ramadhan merupakan bulan yang spesial, khususnya bagi umat Muslim. Karena kita meyakini, bulan ini adalah bulan yang penuh ampunan serta memiliki banyak anugerah dan hikmah.

Berikut ini adalah Do'a Harian Selama Bulan Puasa Ramadhan yang bisa aplikasikan ke kehidupan nyata :

  • Do'a Puasa Hari 1 :
Ya Allah, jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang-orang sejati, bangunkanlah aku di bulan ini dari kelelapan tidur orang-orang yang lupa dan ampunilah segala kesalahanku, wahai Tuhan semesta alam, dan ampunilah aku, wahai pengampun orang-orang yang bersalah.

  • Do'a Puasa Hari 2 :
Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

  • Do'a Puasa Hari 3 :
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari kebodohan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.

  • Do'a Puasa Hari 4 :
Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.

  • Do'a Puasa Hari 5 :
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari dari golongan hamba-hamba-Mu yang salih dan pasrah, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

  • Do'a Puasa Hari 6 :
Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.

  • Do'a Puasa Hari 7 :
Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.

  • Do'a Puasa Hari 8 :
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.

  • Do'a Puasa Hari 9 :
Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.

  • Do'a Puasa Hari 10 :
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap.

  • Do'a Puasa Hari 11 :
Ya Allah, cintakanlah kepadaku di bulan ini berbuat kebajikan, bencikanlah kepadaku di bulan ini kefasikan dan maksiat, dan cegahlah dariku di bulan ini kemurkaan dan neraka-(Mu) dengan pertolongan-Mu wahai Penolong para peminta pertolongan.

  • Do'a Puasa Hari 12 :
Ya Allah, hiasilah diriku di bulan ini dengan menutupi (segala kesalahanku) dan rasa malu, pakaikanlah kepadaku di bulan ini pakaian qana’ah dan mencegah diri, tuntunlah aku di bulan ini untuk berbuat adil, dan kesadaran, dan jagalah aku di bulan ini dari setiap yang kutakuti. Dengan penjagaan-Mu wahai Penjaga orang-orang yang ketakutan.

  • Do'a Puasa Hari 13 :
Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari segala jenis kotoran, jadikanlah aku di bulan ini sabar menerima setiap ketentuan-(Mu), dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk meraih takwa dan bersahabat dengan orang-orang yang bijak dengan pertolongan-Mu wahai Kententraman hati orang-orang miskin.

  • Do'a Puasa Hari 14 :
Ya Allah, jangan Kau siksa aku di bulan ini karena kesalahan-kesalahanku, selamatkanlah aku di bulan ini dari segala kesalahan, dan jangan Kau jadikan aku di bulan ini tempat persinggahan malapetaka dan bala dengan kemuliaan-Mu wahai Kemuliaan muslimin.

  • Do'a Puasa Hari 15 :
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini ketaatan orang-orang yang khusyu’, dan lapangkanlah dadaku di bulan ini karena taubat orang-orang yang mencintai-Mu. Dengan perlindungan-Mu wahai Pengaman orang-orang yang takut.

  • Do'a Puasa Hari 16 :
Ya Allah, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk berkumpul bersama orang-orang baik, jauhkanlah aku di bulan ini dari bersahabat dengan orang-orang jahat, dan dengan rahmat-Mu tampatkanlah aku di bulan ini di dalam rumah keabadian dengan ketuhanan-Mu wahai Tuhan sekalian alam.

  • Do'a Puasa Hari 17 :
Ya Allah, tunjukkanlah aku di bulan ini kepada amal yang salih, dan berikanlah kepadaku di bulan ini segala keperluan dan cita-citaku, wahai Dzat yang tidak membutuhkan penjelasan dan permintaan, wahai Dzat yang mengetahui segala rahasia yang ada di hati manusia, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.

  • Do'a Puasa Hari 18 :
Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di dua pertiga malamnya, terangkan hatiku di bulan ini dengan cahayanya, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungannya dengan cahaya-Mu wahai penerang hati para ‘arif.

  • Do'a Puasa Hari 19 :
Ya Allah, sempurnakanlah bagianku di bulan ini dengan berkahnya, permudahlah jalanku untuk menempuh kebaikannya, dan janganlah Kau halangi diriku untuk menerima kebaikannya, wahai Penunjuk Jalan kepada kebenaran yang nyata.

  • Do'a Puasa Hari 20 :
Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu surga, tutuplah untukku di bulan ini pintu-pintu neraka, dan berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca Al-Quran, wahai Penurun ketenangan di hati Mukminin.

  • Do'a Puasa Hari 21 :
Ya Allah, berikanlah kepadaku di bulan ini sebuah petunjuk untuk mencapai keridhaan-Mu, jangan Kau beri kesempatan kepada setan di bulan ini untuk menggodaku, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku, wahai Pemberi segala kebutuhan orang-orang yang meminta.

  • Do'a Puasa Hari 22 :
Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu anugerah-Mu, turunkanlah kepadaku di bulan ini berkah-berkah-Mu, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk mencapai keridhaan-Mu, dan tempatkanlah aku di bulan ini di tengah-tengah surga-Mu, wahai Pengabul permintaan orang-orang yang ditimpa kesulitan.

  • Do'a Puasa Hari 23 :
Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa, bersihkanlah aku di bulan ini dari segala aib, dan ujilah aku di bulan ini dengan ketakwaan, wahai Pemaaf segala kesalahan orang-orang yang berdosa.

  • Do'a Puasa Hari 24 :
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu di bulan ini segala yang mendatangkan keridhaan-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari segala yang dapat menimbulkan murka-Mu, dan aku memohon kepada-Mu taufik untuk menaati-Mu dan tidak bermaksiat kepada-Mu, wahai Yang Maha Dermawan terhadap para pemohon.

  • Do'a Puasa Hari 25 :
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini pencinta para kekasih-Mu, pembenci para musuh-Mu, mengikuti sunnah penutup para nabi-Mu, wahai Penjaga hati para nabi.

  • Do'a Puasa Hari 26 :
Ya Allah, jadikanlah usahaku di bulan ini disyukuri, dosaku diampuni, amalku diterima dan kejelekanku ditutupi, wahai Dzat Yang Lebih Mendengar dari setiap yang mendengar.

  • Do'a Puasa Hari 27 :
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini keutamaan Lailatul Qadr, jadikanlah urusanku yang sulit menjadi mudah, terimalah ketidakmampuanku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, wahai Yang Maha Kasih kepada hamba-hamba-Nya yang sholih.

  • Do'a Puasa Hari 28 :
Ya Allah, sempurnakanlah bagiku di bulan ini ibadah-ibadah sunnah, muliakanlah aku di bulan ini dengan memahami setiap masalah (yang kuhadapi), dan dekatkanlah di bulan ini perantaraku menuju ke haribaan-Mu, wahai Dzat yang tak disibukkan oleh rintihan para perintih.

  • Do'a Puasa Hari 29 :
Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atasku, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini taufik dan penjagaan, dan bersihkan hatiku di bulan ini dari mencela, wahai Dzat yang Maha Pengasih atas hamba-hamba-Nya yang Mukmin.

  • Do'a Puasa Hari 30 :
Ya Allah, kabulkan puasaku di bulan ini sesuai dengan ridha-Mu dan ridha Rosul-Mu (sehingga) cabang-cabangnya kokoh karena pondasinya demi junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Dan segala puja bagi Allah Tuhan semesta alam.




         
         Semoga Artikel tentang Do'a Harian Selama Bulan Puasa Ramadhan ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

         

3 Waktu Mustajab Berdo'a Saat Ramadhan



         Sudah sangat manusiawi, jika seorang hamba mendekati pencipta saat ada hajat yang di inginkan. Apalagi saat bulan Ramadhan, dimana do'a-do'a mudah sekali dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
“  Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan. ” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10 : 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224) dinukil dari rumaysho.

MasyaAllah. Sungguh sangat beruntung bagi seorang muslim yang umurnya mencapai bulan Ramadhan. Sehingga, mereka bisa berdo'a sepuas-puasnya dan mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya dalam bulan penuh barakah tersebut.
Meskipun sebenarnya Allah Maha Mendengar setiap do'a yang dilantunkan oleh hamba-hambanya, namun ada tiga waktu yang insya Allah menjadi waktu utama dikabulkannya do'a. Waktu-waktu tersebut adalah :

  • Saat Sahur
Makan sahur dilakukan sebelum adzan subuh. Dimana biasanya pada bulan-bulan selain Ramadhan, kebanyakan orang masih menyelami alam mimpinya. Namun, pada bulan Ramadhan, setiap muslim bangun untuk melaksanakan sahur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“ Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).
Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

  • Saat Puasa
Inilah salah satu kelebihan bulan Ramadhan dibanding dengan bulan-bulan lainnya. Saat Ramadhan, kita diwajibakn untuk berpuasa dimulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Jika saat puasa seseorang berdo'a maka Allah akan mengabulkan – selama do'anya baik – apapun yang diinginkannya. MasyaAllah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“ Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)

  • Saat Berbuka
Bukan hanya saat sahur dan puasa saja Allah membuka pintu untuk terkabulnya do'a. Namun saat kita berbuka puasa. Saat berbuka, seorang hamba telah menyelesaikan ibadah untuk berpuasa dengan ikhlas dan rendah hati. Sehingga Allah berkenan untuk mengabulkan do'a-do'anya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278)

Maha Besar Allah atas segala sesuatu yang terjadi di langit dan di bumi. Karunia Allah selalu meliputi kita sejak lahir sampai nanti kita menutup mata. Allah juga telah memberikan berjuta kemudahan agar kita tidak merasa berat melakukan kewajiban dari-Nya. Lalu masihkah kita akan mengenyampingkan aturan-Nya?



         Semoga Artikel tentang 3 Waktu Mustajab Berdo'a Saat Ramadhan ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Selasa, 16 Juni 2015

Bacaan Niat Berpuasa dan Do'a Buka Puasa Ramadhan


           Bulan Suci Ramadhan 1436 H atau bertepatan dengan 2015 M akan segera tiba. Seperti perintah dari Al-Quran, diwajibkan bagi setiap muslim untuk menjalankan ibadah Puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Puasa yang maksimal tentu harus diawali dengan niat yang benar juga.

Niat merupakan hal awal yang jadi penentu bagi apa yang kita kerjakan. Seperti sabda Rosulullah :
Sesungguhnya semua amal itu (sah atau tidaknya) tergantung pada niat melakukannya dan setiap orang hanya akan mendapat sesuai apa yang ia niatkan.
Dari sinilah betapa pentingnya niat dalam menjalankan ibadah terutama saat melakukan ibadah wajib seperti Puasa Ramadhan. Niat berpuasa Ramadhan merupakan salah satu rukun puasa.

Sahur sebaiknya dilakukan sebelum terbitnya fajar atau sebelum memasuki waktu Sholat Subuh. Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadhan sebaiknya dibaca setelah menjalankan sholat sunah tarawih dan witir, atau bila lupa maka bisa dilakukan setelah menyantap sahur sebelum masuk imsak.
Adapun Bacaan Niat Puasa Ramadhan adalah sebagai berikut.
Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi ta ‘aala.

Artinya, “Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Taala.”
Setelah mengucapkan niat sahur puasa ramadhan, barulah menjalankan ibadah wajib puasa dengan diisi berbagai ibadah wajib maupun sunah dan aktivitas positif lainnya sampai azan Maghrib yang menandakan waktu untuk berbuka puasa. Waktu membaca Doa Buka Puasa Ramadhan adalah setelah azan Maghrib dan sebelum makan/minum untuk membatalkan Puasa.

Adapun Bacaan Berbuka Puasa Ramadhan adalah sebagai berikut.

Ketika adzan maghrib telah berkumandang, tibalah saatnya kita untuk berbuka puasa. Seringkali ada diantara kita mengucapkan doa tertentu sebelum menyantap makanan dan minuman. Semestinya, kita cukup melafalkan ucapan basmalah semata.
Nabi Muhammad Rosulullah SAW bersabda : “ Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah Ta’ala di muka, hendaklah ia mengucapkan, ‘Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu’.” (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.

Setelah menyantap makannan dan minuman menu buka puasa, dilanjutkan dengan ucapan, “Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah“, yang artinya, “ Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
Dengan niat yang benar, insyaallah puasa kita juga maksimal. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan sebulan penuh dengan niat ikhlas dan mendapat limpahan ridha Allah.



        Semoga Artikel tentang Bacaan Niat Berpuasa dan Do'a Buka Puasa Ramadhan ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Kamis, 11 Juni 2015

3 Waktu Do'a yang Dikabulkan pada Bulan Ramadhan



        Sudah tahu waktu terkabulnya do'a di bulan Ramadhan? ada tiga waktu menurut ulama. Seperti telah dijelaskan Pimpinan Pondok Pesantren Darush Sholihin, Muh Abduh Tuasikal, di rumaysho.com, berikut ini :

Ada tiga waktu utama terkabulnya do’a di bulan Ramadhan :

  • Waktu sahur
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“ Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman : “ Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758). Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32)

  • Saat berpuasa
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“ Tiga orang yang do’anya tidak tertolak : orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

Imam Nawawi rahimahullah berkata :
“ Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)


  • Ketika berbuka puasa
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“ Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

  • Perbanyak Doa
Allah Ta’ala berfirman :


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak do’a ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak do’a tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66)

Pernyataan yang dikatakan oleh Ibnu Katsir menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah salah waktu terkabulnya do’a.

Namun do’a itu mudah dikabulkan jika seseorang punya keimanan yang benar.
Ibnu Taimiyah berkata :
“ Terkabulnya do’a itu dikarenakan benarnya i’tiqod, kesempurnaan ketaatan karena di akhir ayat disebutkan, ‘dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’.” (Majmu’ah Al Fatawa, 14: 33-34)

Perihal Ramadhan adalah bulan do’a dikuatkan lagi dengan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
“ Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)


       
          Semoga Artikel tentang Tiga Waktu Do'a yang Dikabulkan pada Bulan Ramadhan ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid