Jumat, 17 April 2015

10 Khasiat Basmalah




Berikut beberapa keutamaan kalimat basmalah :

  • Pertama, Pembukaan Al-Quran
Allah Ta’ala membuka kitab-Nya yang paling agung, yaitu Al-Quran dengan lafadz basmalah. Demikian pula, semua surat dalam Al-Quran diawali dengan basmalah, kecuali surat At-Taubah.

  • Kedua, Rosulullah SAW mengawali surat yang beliau kirim ke raja-raja, untuk mengajak mereka masuk Islam, dengan lafadz basmalah.
  • Ketiga, Basmalah merupakan isi surat yang dikirim oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis shalatu was salam kepada Ratu Saba’ yang ketika itu masih menyembah matahari.
Allah berfirman, menceritakan kisah mereka :

قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ ( ) إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ( ) أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

“ Sang ratu berkata : Wahai para menteri, saya mendapatkan sepucuk surat yang mulia. Surat itu dari Sulaiman, isinya : Bismillahir rahmanir rahiim. Janganlah kalian bersikap sombong di hadapanku dan datanglah kepadaku dengan tunduk.” (QS. An-Naml : 29 – 31).

Tujuan utama Nabi Sulaiman mengirim surat ini adalah untuk mengajak mereka masuk Islam dan meninggalkan kekufurannya. Mengingat pentingnya tujuan ini, Nabi Sulaiman mengawalinya dengan basmalah.

  • Keempat, Bacaan basmalah menjadi pemula untuk berbagai bentuk ibadah, seperti wudhu, atau mandi dan tayamum, menurut pendapat sebagian ulama. Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda :
لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْه
“ Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (membaca basmalah).” (HR. Abu Daud 101 dan dishahihkan al-Albani).

Hadits ini berbicara tentang wudhu, namun ulama mengqiyaskannya untuk mandi dan tayamum, karena semuanya adalah kegiatan bersuci.

  • Kelima, Perlindungan dari setan ketika makan
Orang yang makan atau minum dengan didahului membaca basmalah sebelumnya maka setan tidak mampu untuk turut memakannya. Dari ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
“ Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan : “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani).

Dari hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ
“ Sesungguhnya setan dibolehkan makan makanan yang tidak dibacakan nama Allah ketika hendak dimakan.”(HR. Abu Daud no. 3766 dan dishahihkan al-Albani)

  • Keenam, Penjagaan dari gangguan setan ketika berhubungan badan
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا
“ Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin menggauli istrinya, dan dia membaca doa : ‘Dengan (menyebut) nama Allah, …dst’, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. Bukhari no.141 dan Muslim no.1434)

  • Ketujuh, Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia
Seperti yang sering kita bahas, kita tidak bisa melihat jin, namun jin bisa melihat kita dalam semua keadaan. Tidak segan-segan, jin yang kurang bertanggung jawab, juga akan melihat kita dalam posisi ketika tidak berbusana. Untuk menanggulangi hal ini, Rosulullah SAW mengajarkan agar ketika buka pakaian, kita tidak lupa membaca basmalah.

Dari Ali bin Abi Thalib R.a , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ
“ Penghalang antara mata jin dengan aurat bani Adam, apabila kalian masuk kamar kecil, ucapkanlah bismillah.” (HR. Turmudzi 606 dan dishahihkan al-Albani).

  • Kedelapan, Penghalang setan untuk membuka tempat barang berharga
Beberapa harta berharga yang kita simpan di malam hari, juga akan menjadi incaran setan. Dia berusaha mengganggu kita dengan mengotori makanan atau mengambil barang berharga itu. Untuk mengatasi hal ini, Rosulullah SAW mengajarkan umatnya agar ketika menutup semua makanan dengan membaca basmalah.

Rosulullah SAW bersabda :

غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وأطفؤا السِّرَاجَ، فإن الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً، ولا يَفْتَحُ بَابًا، ولا يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لم يَجِدْ أحدكم إلا أَنْ يَعْرُضَ على إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ، فَلْيَفْعَلْ
“ Tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air yang terbuat dari kulit), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu api), karena sesungguhnya setan tidak  mampu membuka geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejanan yang tertutup. Bila engkau tidak mendapatkan tutup kecuali hanya dengan melintangkan di atas bejananya sebatang ranting, dan menyebut nama Allah, hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim)

  • Kesembilan, Menghalangi setan menginap di dalam rumah
Bacaan basmalah diucapkan ketika masuk rumah, bisa menjadi penghalang bagi setan untuk ikut memasukinya atau menginap di dalamnya.

Dari Jabir bin Abdillah R.a, Nabi SAW bersabda :

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
“ Jika seseorang masuk rumahnya dan dia mengingat nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan akan berteriak: ‘Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam.’ Namun jika dia tidak mengingat Allah ketika masuk maka setan mengatakan, ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’ dan jika dia tidak mengingat nama Allah ketika makan maka setan mengundang temannya, ‘Kalian mendapat jatah menginap dan makan malam’.” (HR. Muslim).

  • Kesepuluh, Menjadi syarat halalnya hewan sembelihan
Diantara keberkahan basmalah, orang yang menyembelih binatang dengan menyebut basmalah, hewan sembelihannya bisa menjadi halal. Sebaliknya, orang yang menyembelih binatang tanpa mengucapkan basmalah, baik disengaja maupun lupa, sembelihannya batal, dan hewan itu tidak boleh dimakan. Allah berfirman :

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ
“ Janganlah kalian makan (hewan) yang tidak disebutkan nama Allah ketika menyembelihnya. Itu sesuatu yang fasik (tidak halal).” (QS. Al-An’am: 121).

Allahu 'alam bisshowwab

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits




      
     Semoga Artikel tentang 10 Khasiat Basmalah ini bisa bermanfaat, menginpsirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

5 Amalan Pembuka Pintu Surga





          Rosulullah SAW bersabda :
“ Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’Maka orang yang termasuk golongan ahli sholat maka ia akan dipanggil dari pintu sholat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”
Ketika mendengar hadist ini Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus anda wahai Rosulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?.”

Maka baginda pun menjawab :
“ Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka,” (HR. Bukhari dari sahabat Abu Hurairah r.a).

Berdasarkan hadist shohih di atas jelaslah kepada kita semua bahwa setiap amal sholeh dan amal kebaikan yang kita kerjakan di dunai ini semuanya tidak akan disia-siakan oleh Allah SWT. Segala kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, sehinggakan setiap amal sholeh yang banyak dikerjakan oleh seseorang mukmin di dunia ini terdapat pintu-pintu khusus untuk dia memasukinya. Ini menunjukkan bagaimana Allah SWT mencintai para hamba-Nya yang beristiqamah dengan amal-amal sholeh dan kebaikan dengan melipatgandakan amalan tersebut.


Terdapat 5 amal sholeh yang mempunyai pintu-pintu khusus di surga yaitu :
  • Pertama : Pintu Infak - Barangsiapa yang banyak infakkan hartanya dijalan Allah SWT
Al-Qadhi menukil ucapan Al-Harawi ketika menerangkan makna ‘sepasang hartanya’ : Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘sepasang harta’ adalah dua ekor kuda, dua orang budak, atau dua ekor unta (Al-Minhaj oleh An-Nawawi, 4/351).

Sedangkan yang dimaksud dengan berinfak di jalan Allah dalam hadits ini mencakup berinfak untuk segala bentuk amal kebaikan, bukan khusus untuk jihad saja (Al-Minhaj, 4/352).

Apabila kita memberikan harta kita untuk kerja-kerja dakwah menyebarkan risalah Islam, memberi tarbiyah dan meninggikan syiar Islam dan menderma dan membantu saudara-saudara kita di Palestina dan Syria yang sedang berjuang mendaulatkan Islam dan mempertahankan tanah air mereka daripada kedzoliman golongan Zionis dan Syiah adalah termasuk berinfak di jalan Allah SWT.

  • Kedua : Pintu Sholat – Barangsiapa yang banyak mengerjakan sholat
Sholat yang paling afdal selepas sholat fardu adalah Sholat Tahajud. Sholat Tahajud ialah ibadah yang kita lakukan pada malam hari, biasanya tengah malam atau lewat tengah malam. Sholat tahajud juga dikenali juga sebagai sholatullail. Sholat ini sangat baik dilakukan terutama kepada para pemimpin Islam karena Rosulullah SAW dan para sahabat r.a tidak meninggalkan sholat ini sepanjang hayat mereka, sebagai ibadah tambahan.

Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat-ayat yang menggalakkan umat Islam mengerjakan sholat tahajud sebagai ibadah tambahan pada waktu malam begitu juga terdapat beberapa hadits Nabi SAW mengenai perkara ini.

Firman Allah SWT maksudnya :
“ Dan bangunlah pada sebagian dari waktu malam serta kerjakanlah “ Sholat Tahajjud ” padanya, sebagai sholat tambahan bagimu, semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji.” (QS. al-Israa’: 79)

Selain daripada Sholat Tahajud sholat yang dituntut adalah sholat-sholat sunat yang lain :
  1. Sholat Witir
  2. Sholat Duha
  3. Sholat Sunat Rawatib
  4. Sholat Tasbih
  5. Sholat Istikharah
  6. Sholat sunat ketika masuk dan keluar rumah
  7. Sholat selepas berwuduk
  8. Sholat Hajat
  9. Sholat Taubat
  10. Sholat Tahyatul Masjid
  • Ketiga : Pintu Jihad – Barangsiapa yang sentiasa berjihad di jalan Allah SWT
Berjihad dijalan Allah SWT cukup luas bukan saja mengangkat senjata memerangi golongan kafir tetapi bekerja dan berusaha amar makruf nahi mungkar adalah termasuk berjihad dijalan Allah SWT. Berusaha untuk menegakkan sistem hidup Islam, menyebarkan fikrah dan kefahman Islam sama ada melalui di media masa, internet, buku, risalah, televisi, radio dan lain-lain adalah termasuk kerja-kerja jihad dijalan Allah SWT.

Berjihad di jalan Allah SWT berlaku umum bagi seluruh kaum muslimin. Masing-masing mereka wajib berjihad sesuai dengan kemampuannya. Dan perintah agar berjihad dengan sebenar-benarnya ini perintah-Nya untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya.
Seperti firman Allah SWT maksudnya :
” Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (Surah al-Hajj ayat 78)

  • Keempat : Pintu Ar-Royyan - Barangsiapa yang banyak mengerjakan puasa
Untuk terpilih memasuki Pintu Ar-Royyan seseorang itu bukan setakat mengerjakan puasa Ramadan saja tetapi mereka perlu banyak mengerjakan puasa-puasa sunat yang lain. Puasa-puasa sunah seperti :
  1. Puasa enam hari di bulan Syawal
  2. Puasa hari Senin dan Kamis
  3. Puasa tiga hari setiap bulan (13, 14 dan 15 )
  4. Puasa Hari Arafah (9 Zulhijjah)
  5. Puasa Asura (10 Muharam)
  6. Puasa hari Tasyu’a (9 Muharram)
  7. Puasa dibulan Syaaban (perbanyakkan puasa sunat).
Mengerjakan puasa-puasa sunat hendaklah dengan ikhlas dan menjauhkan diri daripada melakukan perkara-perkara yang boleh membatalkan puasa dan membatalkan pahala puasa.

  • Kelima : Pintu Sedekah - Barangsiapa yang banyak melakukan sedekah.
Salah satu sifat yang mulia yang perlu ada pada seorang mukmin adalah sifat pemurah dan ada perasaan belas kasihan dan suka membantu kepada golongan fakir-miskin dan anak-anak yatim. Hidup ini akan lebih harmoni hanya apabila kita banyak bersedekah dan memberi bantuan kepada golongan yang kurang bernasib baik.

Seorang anak lelaki bertanya Rosulullah SAW : “ Sedekah mana yang lebih besar pahalanya?
Nabi SAW menjawab, “ Sedekah yang diberikan sedangkan pada masa itu engkau masih sehat dan sebenarnya engkau bakhil (merasa sayang untuk dermakan harta karena takut jadi fakir dan engkau berangan jadi kaya) maka jangan menangguh sedekah sehingga apabila roh sampai dikerongkongan lalu pada masa itu kau berkata, “ ini untuk si anu ini untuk si anu sekian” dan sebenarnya harta engkau pada masa itu memang akan dimilki oleh orang lain.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Barangsiapa yang banyak bersedekah akan mendapat ganjaran yang besar di sisi Allah SWT Sehingga Nabi SAW ada menyatakan di dalam hadistnya bahwa salah satu daripada tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan daripada Allah SWT, di hari akhirat nanti adalah mereka yang bersedekah karena Allah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diulurkan oleh tangan kanannya. Didalam riwayat yang yang lain Nabi SAW ada menyatakan bahwa seorang dermawan yang ikhlas karena Allah akan dimasukkan ke dalam surga lebih awal daripada ulama dan orang yang mati syahid dan akan dipelawa untuk memasuki surga melalui pintu sedekah.

Marilah sama-sama kita pertingkatkan amal ibadah dan amal sholeh kita ketika di dunia ini. Jika kita berusaha di dunia ini untuk memilih bidang khusus untuk memenuhi minat dalam kerjaya kita maka kenapa kita tidak memilih salah satu bidang khusus untuk beramal sholeh sebagai bekalan kita di hari akhirat nanti dan boleh memasuki pintu-pintu surga yang disediakan?

Contoh sahabat-sahabat Rosulullah SAW :
  1. Abdul Raman bin Auf - banyak bersedekah dan infak dijalan Allah SWT.
  2. Khalid bin al-Walid - banyak berjihad dijalan Allah SWT sehingga badannya penuh dengan luka-luka karena berjihad dijalan Allah SWT.
  3. Abu Hurairah - seorang yang pakar ilmu hadits (banyak meriwayatkan hadits-hadits Rosulullah SAW)
  4. Ali bin Zainal Abidin - cucu kepada Saidina Ali k.wj - bersholat sunat lebih 1000 roka'at sehari. Di panggil ‘As-Sajjad’ (orang yang ahli sujud).
  5. Ibnu Abbas - seorang yang pakar dibidang tafsir al-Quranul karim.
Sesungguhnya kalian semua lebih tahu apa bidang yang kalian minat dan banyak melakukan amal sholeh. Teruskan beramal dan beristiqamahlah semata-mata mencari keridhoan Allah SWT.

[Sumber: 62 Amalan Pembuka Pintu Syurga/Karya: Abdullah bin Ali Al-Ju’aistin/Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i]


 

        Semoga Artikel tentang 5 Amalan Pembuka Pintu Surga ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Kamis, 16 April 2015

10 Golongan Manusia Yang Tidak Masuk Surga




Ibnu Abas r.a berkata bahwa Rosulullah SAW pernah bersabda :
“Ada 10 (sepuluh) golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah :
  1. al-qalla’,
  2. al-jayyuf,
  3. al-qattat,
  4. ad-daibub,
  5. ad-dayyus,
  6. Shahibul arthabah,
  7. Shahibul qubah,
  8. al-‘utul,
  9. az-zanim, dan
  10. al-‘aq li walidaih.

Selanjutnya Rosulullah SAW ditanya, “ Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “ Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”

Rosulullah SAW ditanya, “ Siapakah al-jayyuf itu? ” Beliau menjawab, “ Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”

Beliau ditanya lagi, “ Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “ Orang yang suka mengadu domba.”

Beliau ditanya, “ Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “ Germo.”

Rosulullah SAW ditanya, “ Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “ Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”

Rosulullah SAW ditanya lagi, “ Siapakah Shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “ Penabuh gendang besar.”

Rosulullah SAW ditanya, “ Siapakah Shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “ Penabuh gendang kecil.”

Rosulullah SAW ditanya, “ Siapakah al-‘utul itu?” Beliau menjawab, “ Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”

Rosulullah SAW ditanya, “ Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “ Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain.”

Adapun al-‘aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Mu’adz bertanya kepada Rosulullah SAW, “ Wahai Rosulullah, bagaimana pandangan engkau tentang ayat ini : Yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba': 18)
“ Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rosulullah SAW. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.

“ Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda.”

Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera, ada yang berwujud babi, ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya, ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong, ada yang disalib di atas batangan besi panas, ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai, dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”

“ Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. ”

“ Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”

“ Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba.”

“ Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum.”

“ Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”

“ Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya.”

“ Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.”

“ Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu.”

Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”

“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)

      

          Semoga Artikel tentang 10 Golongan Manusia Yang Tidak Masuk Surga ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Senin, 06 April 2015

Belajar Hidup dari Nenek Marni ( Tak Perlu Kaya Untuk Saling Membantu )


Merdeka.com - Nenek Marni (72), wanita tuna wisma yang tiap hari keliling Jakarta untuk jualan tisu dan beberapa barang kebutuhan lainnya patut dicontoh. Meski cuma berpenghasilan tak lebih dari Rp 30 ribu per hari dari jualan dagangannya, wanita ini gemar bersedekah.

Jumat malam (3/4) sekitar pukul 19.00 WIB di sekitar Mall Ambassador, wanita renta yang jalan sudah sempoyongan ini malah tampak menyumbang dua pengemis yang dia temui. Beberapa uang receh ribuan dia sumbangkan ke dua pengemis yang justru tampak lebih sehat dan lebih muda dibanding dirinya.

"Sama-sama orang miskin harus saling membantu," cerita Nenek Marni saat ditemui merdeka.com, Jumat malam.

Nenek Marni saat itu tidak sedang jalan-jalan ke Mall Ambassador. Melainkan dirinya sedang jualan berbagai barang seperti tisu, pasta gigi, lotion pencegah nyamuk, minyak angin, sabun mandi, rokok, dan beberapa kebutuhan lainnya di sekitar mal. Barang-barang dagangannya itu dia taruh di dalam plastik kresek ukuran sedang. Tak banyak dagangan yang dia bawa.

"Daripada meminta-minta," ujarnya singkat.

Ditanya kok bisa-bisanya memberi uang ke pengemis padahal dia juga tak punya apa-apa, Nenek Marni dengan tersenyum menjawab. "Kita kan sama-sama susah," ujarnya.

Sebagai penjual tisu dan barang-barang lainnya, Nenek Marni cuma dapat omzet sekitar Rp 60-70 ribu per hari. Berapa keuntungannya per hari? Tak lebih dari Rp 20-30 ribu per hari.

Di Jakarta, Nenek Marni mengaku cuma numpang kepada orang-orang yang mau ditumpangi. Sehingga tiap malam tak tentu dia menginap di mana. "Sekarang nginap di rumah Ibu Asiyah di Setiabudi, nginep semalam," imbuhnya.

Wanita yang cuma bisa jalan pelan-pelan ini menuturkan, dirinya cuma bisa berdo'a kepada Tuhan agar tetap bisa bekerja menghidupi dirinya tanpa tergantung pada orang lain.

"Saya tiap sholat berdo'a kepada Allah, semoga terus sehat biar bisa bekerja," ujarnya sambil berkaca-kaca.



   

        Semoga Kisah tentang Belajar Hidup dari Nenek Marni ( Tak Perlu Kaya Untuk Saling Membantu ) ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Jumat, 03 April 2015

Dahsyatnya Tenaga Do'a



        Do'a merupakan kekuatan dan tenaga yang tiada taranya karena ia berhubung dengan Zat Yang Maha Kuasa. Do'a bagi seorang mukmin adalah senjata (wasilah) karena tidak ada perlindungan dan daya kecuali dari Allah SWT.
Do'a adalah ibadah ...
Do'a adalah senjata ... 
Do'a adalah benteng ... 
Do'a adalah obat ...
Do'a adalah pintu segala kebaikan ...
Dari Ali bin Abi Thalib ra, Rosulullah SAW bersabda : 
“ Doa adalah senjata orang beriman, tiang agama dan cahaya langit dan bumi."

         Kekuatan atau kedahsyatan do'a bagi seorang muslim tidak dapat dinafikan lagi. Do'a adalah senjata buat kaum muslimin, Ad Du‟au Silahul Mu‟min. Di saat canggihnya berbagai mesin dan persenjataan abad modern ini, strategi dan kaidah peperangan, kekuatan dan kedahsyatan do'a tetap tidak dinafikan dan hanya dimiliki oleh orang-orang beriman. Hal ini disebabkan orang-orang yang beriman selain daripada berusaha semaksimal mungkin dalam setiap amal yang dilakukannya, dia juga tidak pernah lupa menggantungkan seluruh usahanya melalui do'a kepada Allah SWT. Do'a adalah senjata buat orang-orang mukmin, yang telah ditauladankan dari para Nabi dan Rosul, para sahabat, salafus sholehin.

Do'a itu mampu mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang biasa-biasa menjadi tidak terkata, yang berat jadi ringan, yang jauh menjadi dekat. Itulah dahsyatnya kekuatan do'a. Dengan do'a segalanya menjadi mungkin atas izin Allah SWT.
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya :
“Jadilah!” maka terjadilah ia. (Surah 36 : Yaasin : 82)
Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya :
“Kun (jadilah) Fayakun”, maka jadilah ia. (Surah 16 : An Nahl : 40)

Kesilapan Berdo'a :

1. Orang yang tidak pernah berdo'a dikala susah dan senang.
Dan Allah berfirman :
“Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan do'amu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (Surah 40 : Al Mukmin : 60)

2. Orang yang berdo'a ketika sedang menghadapi kesulitan, walaupaun dia terlepas dari kesulitan yang dialami dirinya mereka seolah-olah lupa pernah berdo'a kepada Allah SWT untuk melepaskan diri mereka daripada kesulitan tersebut.
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (Surah 10 : Yunus : 12)

3. Orang yang berdoa bergantung kepada suasana hatinya.

4. Orang yang pernah berdo'a tetapi menghentikan do'anya karena berputus asa (do'anya tidak dikabul).
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi SAW bersabda :
Do’a seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya : Apa yang dimaksud tergesa-gesa ? Beliau menjawab : ” Dia berkata ; Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa”. (H.R. Muslim).

5. Orang yang selalu berdoa dikala susah mahupun senang dan tidak pernah putus asa dari rahmat Allah SWT
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (Surah 35 : Faathir : 15)



        Semoga Artikel tentang Dahsyatnya Tenaga Do'a ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin 


* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Rabu, 01 April 2015

Kehidupan Zuhud Nabi Muhammad SAW



        Suatu ketika Rosulullah SAW bersumpah akan berpisah dengan isteri-isterinya selama satu bulan, sebagai peringatan bagi mereka karena kurang biasa mengikuti kehidupan beliau yang zuhud. Selama sebulan beliau tinggal seorang diri dalam sebuah kamar sederhana yang letaknya agak tinggi.


Terdengar kabar di kalangan para sahabat bahwa Nabi SAW telah menceraikan semua isterinya.
Ketika Umar bin Khatthab mendengar kabar ini, segera ia berlari ke masjid. Setiba di sana, ia melihat para sahabat sedang duduk termenung, mereka bersedih dan menangis. Juga kaum wanita, mereka menangis di rumah-rumah mereka.

        Kemudian Umar pergi menemui putrinya, Hafshah, yang telah dinikahi oleh Rasulullah SAW. Umar pun mendapati Hafshah sedang menangis di kamarnya. Dia kemudian bertanya kepada Hafshah, “Mengapa engkau menangis? Bukankah selama ini aku telah melarangmu agar tidak melakukan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan Rosulullah SAW?” Hafshah tak menjawab apa-apa, dia terus menangis.

Umar lalu kembali ke masjid, terlihat olehnya beberapa orang sahabat sedang menangis di mimbar. Kemudian dia duduk bersama para sahabat, lalu berjalan ke arah kamar Nabi Muhammad SAW, yang terletak di tingkat atas masjid. Umar mendapati Rabah, sahabat yang selalu mengikuti Rosulullah, dan dia meminta kepada Rabah agar memohonkan izin kepada Rosulullah untuk menemuinya.

Rabah menghadap Nabi SAW, kemudian kembali dan memberitahukan bahwa dia telah menyampaikan permohonan izin Umar, namun Nabi SAW hanya diam. Permintaan untuk menjumpai Nabi SAW diulang beberapa kali, hingga ketiga kalinya barulah Nabi Muhammad SAW mengizinkan Umar untuk naik menghadapnya.

Ketika masuk, Umar melihat Nabi SAW tengah berbaring di atas sehelai tikar yang terbuat dari pelepah daun kurma, sehingga pada badan Nabi SAW yang putih bersih itu terlihat jelas bekas-bekas guratan daun kurma. Di tempat kepala beliau ada sebuah bantal yang terbuat dari kulit binatang yang dipenuhi daun dan kulit pohon kurma.

Selepas mengucapkan salam kepada beliau, Umar kemudian bertanya,” Apakah Tuan telah menceraikan isteri-isteri Tuan, ya Rosulullah?” Nabi SAW menjawab, ‘Tidak.”
Umar sedikit lega, lalu dia mengatakan,”Ya Rosulullah, kita adalah kaum Quraisy yang selamanya telah menguasai wanita-wanita kita. Tetapi setelah kita hijrah ke Madinah, keadaannya sungguh berbeda dengan orang-orang Ansar. Mereka telah dikuasai wanita-wanita mereka sehingga wanita-wanita kita terpengaruh dengan kebiasaan kaum Ansar.” Nabi SAW tersenyum mendengar perkataan Umar.

Umar pun Menangis.
Umar lalu memperhatikan keadaan kamar Nabi SAW. Terlihat tiga lembar kulit binatang yang telah disamak dan sedikit gandum di sudut kamar itu, selain itu tidak terdapat apa pun. Umar menangis sesenggukan melihat keadaan Nabi yang seperti itu.

Tiba-tiba Rosulullah SAW bertanya kepada Umar, “Mengapa engkau menangis, wahai Umar?”
“Bagaimana saya tidak menangis, ya Rosulullah. Saya sedih melihat bekas tanda tikar di badan Tuan yang mulia dan saya prihatin melihat keadaan kamar ini. Semoga Allah SWT mengkaruniakan kepada tuan bekal yang lebih banyak.

Orang-orang Persia dan Romawi yang tidak beragama dan tidak menyembah Allah, tetapi raja mereka hidup mewah. Mereka hidup dikelilingi taman yang di tengahnya mengalir sungai, sedangkan engkau adalah Rosul Allah, tetapi engkau hidup dalam keadaan sangat miskin,” kata Umar bin Khaththab.

Mendengar jawaban Umar, Rosulullah SAW bangun dan berkata, “Wahai Umar, sepertinya engkau masih ragu mengenai hal ini. Dengarlah, kenikmatan di alam akhirat tentu akan lebih baik daripada kesenangan hidup dan kemewahan di dunia ini. Jika orang-orang kafir itu dapat hidup mewah di dunia ini, kita pun akan memperoleh segala kenikmatan tersebut di akhirat nanti. Di sana kita akan mendapatkan segala-galanya.”

Kata-kata Nabi : “Jika orang-orang kafir itu dapat hidup mewah di dunia ini, kita pun akan memperoleh segala kenikmatan tersebut di akhirat nanti” tentu tidak dimaksudkan untuk mengatakan bahwa keadaan di akhirat, dalam hal ini di surga, sama dengan “Kenikmatan tersebut”. Karena, dalam sebuah hadits dikatakan, kenikmatan di surga itu sungguh luar biasa, belum pernah kita lihat dan kita dengar sebelumnya, bahkan kita bayangkan saja belum.

Mendengar sabda Nabi, Umar merasa menyesal. Lalu dia berkata, “Ya Rosulullah, mohonlah kepada Allah SWT untuk saya. Saya telah bersalah dalam hal ini.”

Rosulullah SAW membesarkan hati sahabatnya itu. Umar pun merasa lega.
Kehidupan beliau yang zuhud itu pun menjadi salah satu keutamaan beliau yang sebelumnya sering disalah artikan oleh para isterinya. Dan setelah kejadian itu, Rosulullah menasihati para isterinya akan kepastian janji-janji Allah SWT di yaumul akhir. Para isteri itu pun akhrinya menyesali perilaku mereka dan memperbaharui kesetiaan mereka kepada Rosulullah SAW bahwa, apa pun yang terjadi, mereka semua memilih ikut Rosulullah SAW, termasuk untuk hidup zuhud.


Sumber: http://www.madinatulilmi.com/ 



           
     
   Semoga Kisah tentang Kehidupan Zuhud Nabi Muhammad SAW ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

Couplet Prayer and Hope on the day of My birthday


Sama seperti hari-hari biasanya, aku bangun pagi-pagi sekali. Menemani sang embun menanti kedatangan mentari pagi. hmm... mentari pagi memang sangat menyenangkan untuk ditunggu.

Maha Suci Allah yang masih memberikanku kesempatan merasakan nikmatnya menghirup segarnya udara subuh hari ini, yang masih memberikanku kesempatan untuk memperbaiki diri, yang masih memberikanku kenikmatan atas nikmat sehat, iman dan islam yang aku berharap untuk selalu ditetapkan hingga nyawa meninggalkan badan.

Menurut kalender Masehi, hari ini adalah tanggal 1 April 2015 bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke-23. Hm.. hari ini menjadi begitu bermakna bagiku... Sebuah hari dimana dulu saya pernah dilahirkan. Ucapan selamat dan do'a dari keluarga, dan sahabat mengalir deras menghiasi inbox hpku.  Yah..dunia memang biasanya menjadi lebih indah pada saat kita berulang tahun. Semua memberikan kata-kata indah dan penuh makna.

Pagi ini aku terbangun dengan penuh kesyukuran. Bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menghidupkan sepertiga malam, 'bercengkrama' dengan Sang Pemilik jiwaku.

Alhamdulillah ...
23 Tahun yang lalu ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Tanpa terasa sekarang telah sampai usiaku dalam kedewasaan. Ya Allah, kini aku sudah dewasa, mencoba mengais hidup, mencoba menerjang hidup, jadikanlah aku menjadi khusuk dan tawadhu dalam menerima hikmah dan berkah-Mu.

Ya Robb ...
Hari ini bertambah usia dalam hitunganku dan berkurang pula usiaku dalam hitungan-Mu.

Tidak terasa ...
Hari demi hari terus berganti ...
Minggu ke minggu terasa singkat sekali ...
Bulan pun kian berganti bulan ...
Tahun berganti tahun ...
Ya Robb ...
Singkat sekali rasanya ...

23 Tahun ...
Ya Allah ... Terima kasih sudah menambah umurku satu tahun lagi, ntah berapa umur lagi yang nanti Engkau berikan kepada hamba-Mu ini, tapi yang ku mohon berikan kesempatan untuk berbuat terbaik dalam menjalani episode kehidupan ini.

Ya Allah ... Terima kasih untuk setahun yang luar biasa yang Engkau berikan kepadaku, Terima kasih untuk jalan yang Engkau lapangkan, dan segala kemudahan yang Engkau berikan.

Ya Allah ... Terima kasih untuk pelajaran yang Kau berikan, bahwa semua akan indah pada waktunya. Engkau bukakan mataku, bahwa walaupun sering ku rasa pahit dan perih, rancanganmu selalu yang terbaik dan indah.

Ya Allah ... Setahun ini aku banyak belajar tentang hidup. Belajar bahwa semua yang ada di dunia ini hanya milik-Mu semata. Semuanya bisa Kau ambil kapan saja dan Kau gantikan dengan kehendak-Mu.

Ya Allah ... ajarkan padaku agar tidak meminta kembali apa yang hilang, tapi ajarkan padaku untuk percaya bahwa apa yang Engkau berikan adalah yang terbaik.

Kupasrahkan setiap tarikan nafasku, setiap langkahku hanya kepada-Mu sekarang dan selamanya.
Semoga hari ini menjadi sebuah optimisme baru dalam hidup dan masa depanku.
Diambang batas hari ini, aku memasuki usia 23 tahun. Usia dalam Keremajaan dan Kedewasaan.



                                                                                                                    ~ 1 April 1992 ~
Andi Ibnoe Badawi Mazid