Figur Seorang ayah merupakan pondasi bagi kehidupan kita. Seorang ayah bisa menjadi pribadi yang sangat lembut atau keras, tetapi mereka tetap akan menyayangi anak-anaknya sepenuh hati.
Bagi anak perempuan, figur ayah adalah figur
pria pertama yang mereka kagumi. Figur seorang pria yang sangat
mengagumkan dan pria pertama yang merebut hati anak-anak perempuannya.
Bagi anak laki-lakinya, figur ayah merupakan sosok idola pertama mereka,
citra diri mereka nantinya dan mungkin saja satu-satunya pria yang bisa
mencintai mereka apa adanya.
Seorang ayah merupakan pria pertama yang
menopang kehidupan kita, sebagai orang tua yang penyayang. Bagi para
ibu, sosok ayah bagi anak-anaknya adalah seseorang yang dipercaya untuk
menjaga anak-anaknya. Ayah merupakan satu-satunya orang lain selain ibu
yang yang dapat memberikan rasa sayang sepenuh hatinya kepada
anak-anaknya dan rela melakukan apapun demi mereka. Mereka juga menjadi
tulang punggung keluarganya dan menghidupi keluarganya dari usaha yang
dia lakukan.
Terkadang seorang ayah tampak sangat kuat
dimata keluarganya, tetapi mereka justru sangat rapuh karena harus
selalu tampak kuat dihadapan keluarganya. Hal tersebut mungkin terjadi
karena seorang laki-laki dituntut untuk bisa tampil sebagai yang terkuat
diantara mereka. Tapi tahukah Anda bahwa sekuat apapun seorang ayah
sebagai laki-laki, mata mereka akan berkaca-kaca apabila melihat anaknya
yang baru lahir. Mereka akan terpukau dengan kerapuhan dan kelembutan
seorang bayi layaknya seorang ibu.
Seorang ayah akan mendidik putra-putrinya untuk
menjadi orang-orang yang tangguh meski terkadang mereka bersikap keras
kepada anak-anaknya. Sebenarnya kita tahu bahwa mereka melakukannya
karena mereka menyayangi anak-anaknya dan tidak bermaksud sekeras itu
terhadap anak-anaknya. Mereka hanya ingin melakukannya dengan cara yang
mereka ketahui saja. Tanpa kehadiran seorang ayah, maka tidak akan ada
sosok ibu, bahkan anak sekali pun.
Inilah 7 Kebohongan Seorang Ayah yang terkadang kita, bahkan keluarga tak menyadarinya :
Inilah 7 Kebohongan Seorang Ayah yang terkadang kita, bahkan keluarga tak menyadarinya :
1. Sepulang dari kerja seharian, kita meminta ayah untuk main,
Kita bertanya, "Ayah cape nggak, main yuk?" Ayah jawab, "Ayo Nak, ayah nggak cape kok".
2. Saat kita merengek minta dibelikan mainan yang cukup mahal, ayah punya uang pas-pasan,
Kita bilang, "Ayah, pulang beli mainan kaya temen aku ya!" Ayah tetap menjawab, "InsyaAllah Nak, ayah akan belikan".
3. Saat pembagian rapor sekolah,
Kita bilang,"Ayah besok bisa kan ambil raporku?". Ayah bilang,"Siap nak, ayah besok insyaAllah ke sekolahmu " Padahal ia sedang sangat sibuk dengan urusan pekerjaannya.
4. Saat kita sudah beranjak dewasa dan mandiri,
Kita bilang "Ayah, ingin apa?" Ayah menjawab "Nggak Nak, melihat kamu sholeh dan sukses saja ayah sudah bahagia". Padahal Beban hidupnya semakin besar karena adik-adikmu masih harus bersekolah.
5. Saat kita hendak menikah namun tak cukup uang untuk menggelar resepsi,
Ayah bilang "Menikahlah Nak, tak usah khawatir dengan biaya resepsi ayah siap mengusahakannya".
Padahal ia sedang bingung pinjam uang kemana lagi.
6. Saat kita telah menikah dan memboyong atau diboyong meninggalkan rumah orang tua,
Ayah bilang "Pergilah Nak, bangun keluargamu yang bahagia". Padahal ia sangat kehilangan dirimu.
7. Saat telah tua ayah sering sakit-sakitan,
Kitapun bertanya, "Ayah sakit ya? Ke rumah sakit yuk!" Ayah menjawab "Nggak kok, ayah sehat. Bentar lagi juga fit".
Itulah seorang Ayah, Bapak, Abi apapun namanya ...
Sosok yang tegar mengarungi hidup ...
Kebijaksanannya mendamaikan ...
Pengorbanannya menyelamatkan ...
Keteladannya menggerakkan ...
Peluklah ayahmu, sebelum kau tak dapat memeluknya lagi ... :)
Semoga artikel tentang 7 Kebohongan Seorang Ayah ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin
* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid
0 komentar:
Posting Komentar