Minggu, 10 Agustus 2014

Ternyata Tak Sama

        Terdengar isak tangis di dalam rumah yaitu seorang pemuda yang yang slalu taat mendirikan sholat Tahajud, setiap hari dia mengadukan nasibnya kepada Allah tentang bebannya, yaitu Ayahnya yang keluar masuk Rumah Sakit, dan biaya sekolah ke 4 Adiknya, dan tak jauh berbeda dengan seorang pemuda yang juga slalu langgeng dalam menjalankan sholat Tahajud dia juga slalu menangis tentang benang hidupnya karena kedua orang tuanya telah berpisah.

Disuatu hari pemuda pertama sedang berjalan dan pemuda ke2 naik mobil pipp ... pipp
Harun nama pemuda pertama, ayo naik aku antar kamu.
"Hendra ... benarkah yang engkau ucapkan,
"Yoi ... cepet .. ayo ...
"Baiklah klu begitu ...
Tak lama kemudian perbincangan terjadi ...
Hen ... enak kamu yaa, jadi orang kaya, kmna mana tgl naik mobil ...
"Heru ... meski aku anak orang kaya tapi aku tak seberuntung kamu
"Apa ... beruntung ...? kamu tau Bapakku keluar masuk Rumah sakit dan aku harus membiayai ke4 adikku sekolah darimana beruntung...?
"Her ...aku memang anak orang kaya tapi taukah kamu seandainya aku miskin tapi dapat berkumpul dengan keluarga itu akan jauh aku pilih
"Astagfiruallah ...Kenapa kita kufur ?
Terhenti mobil di tempat makan ...
"Wahh ... ndra aku ga punya uang,
"Jangan kawatir aku traktir sepuasnya...
"Mksih ya dra ..
"Okehh... makanan tlah dipesan ...
"hemm hen banyak banget, kan cuma kita berdua, ..."biar kamu kenyang ...
"Boleh dibungkus ...
"Boleh, silahkan ...

Setelah selesai makan ternyata masih lagi ada sisa namun mreka sudah kekenyangan,
Tiba tiba ada anak lulusan SMP datang mendekat ...
"Bang,,ini gak mau ya ...
"Iya, dek ...
"Boleh saya ambil sambil bang ...
"Boleh dek, sudah duduk saja di makan,
"Tidak bang ini buat bapak ibu saya bang, bapak saya sakit bang, saya harus kerja cari nafkah tapi hari ini saya tidak dapat uang, dari tadi pagi saya belum memberi makanan buat mereka ... tertegun mereka berdua dibuatnya, betapa mreka ingin menjerit.
"Ya sudah ini tadi abang bungkus, buat adek saja.
"Makasih bang ...
"bentar dek abang pesenin lagi ya buat besok ,,
"Bang klu boleh belikan saya beras saja 2 kg, buat besok klu abang belikan nasi besok udah bau,
InsyaAllah bila Allah memberi riski akan saya kembalikan, 
"ndak perlu dek, ya sudah kita beli beras.

        Setelah mrreka beli segera mereka menuju rumah anak itu yang bernama yoyok, sampai dirumah yoyok, heru dan hendra kaget bukan main rumah yang hanya terbuat dari bambu yang reot, SubhanaAllah mereka ingin menangis tapi ditahan.

Bapak, ibu yoyok bawa maka ... 
dapat dari mana, yo ?.. Alhamdulillah halal pak ...
"Apa kamu tidak bohong
"Apa pernah bapak dapati yoyok berbohong demi Allah pak sekiranya makanan ini haram biarlah Allah memberi azab kelak di Akhirat.
"baiklah nak bapak percaya padamu,
keluar si yoyok dengan tersenyum lebar dia menciumi tangan heru dan hendra,
Bang .... 
Semoga Allah membalas kebaikan abang, saya bersyukur sekali bertemu dengan abang, tau kah bang itu makan terenak yang saya makan seumur hidup saya ...
"hendra dan heru ak mampu berkata,
"dek nampaknya kamu begitu bahagia meski seperti ini ...
"saya bersyukur bang jadi orang miskin bang, bila saya mau bersabar Allah akan menggantikan syurga bang,
Tau kan bang Syurga, degan segala keindahannya.
"di mana kamu ngaji dek,
"saya di ajari bapak bang, Alhamdulillah saya sudah hafal 5 juz bang ...
"Apa, bagaimana kamu menghafal dek ?
"sambil jual koran bang, jual kaleng, tiap hari saya tulis di kertas ayat dan artinya, saya ingin seperti bapak dan ibu bang meski mereka ga sekolah tapi mereka hafizd Al-Qur'an bang.

Hidup adalah anugerah bang mungkin saat ini saya menderita tapi saya yakin Allah selalu bersama saya, selama saya bersabar toh kalau seumur hidup saya hidup menderita bagi saya itu tak mengapa Asalkan Allah mau menggantikannya dengan Syurga, lagipula hidup didunia bisa dihitung tahun sedangkan Akhirat kekal abadi.



Mulut Hendra dan Heru seakan terbungkam ...
Mereka berdua pulang namun tak berkata dalam mobil, sesampainya dirumah mereka sholat dan menangis serta Istigfar ...

Terkadang apa yang yang kita lihat itu tak seindah kenyataan dan tak seburuk keadaan.
Sesulit apapun saat ini yakinlah masih banyak yang lebih bahkan lebih sulit di ujung dunia.

Syukurilah semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita selama ini, karena Allah berfirman :
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu kufur
(mengingkari nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. ( Q.S Ibrahim : 7 ).



       Semoga Cerpen tentang Ternyata Tak Sama ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin /

* Salam Ukuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

0 komentar:

Posting Komentar