Kamis, 22 Januari 2015

Asbabun Nuzul Surat Al - Fatihah


       Surat Al-Fatihah yang merupakan surat pertama dalam Al-Qur’an dan terdiri dari 7 ayat adalah masuk kelompok surat Makkiyyah, yakni surat yang diturunkan saat Nabi Muhammad SAW di kota Mekah. Dinamakan Al-Fatihah, lantaran letaknya berada pada urutan pertama dari 114 surat dalam Al-Qur’an. Para ulama bersepakat bahwa surat yang diturunkan lengkap ini merupakan intisari dari seluruh kandungan Al-Qur’an yang kemudian dirinci oleh surat-surat sesudahnya. Surat Al-Fatihah adalah surat Makkiyyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah sebelum Rosulullah SAW hijrah ke Madinah. Surat ini berada di urutan pertama dari surat-surat dalam Al-Qur’an dan terdiri dari tujuh ayat. Tema-tema besar Al-Qur’an seperti masalah tauhid, keimanan, janji dan kabar gembira bagi orang beriman, ancaman dan peringatan bagi orang-orang kafir serta pelaku kejahatan, tentang ibadah, kisah orang-orang yang beruntung karena taat kepada Allah dan sengsara karena mengingkari-Nya, semua itu tercermin dalam ekstrak surat Al-Fatihah.
Nama Lain Surat Al-Fatihah


        Surat Al-Fatihah memiliki banyak nama. Di antaranya; Fatihatul Kitab (pembuka kitab/Al-Qur’an). Karena Al-Qur’an, secara penulisan dibuka dengan surat ini. Demikian pula dalam sholat, Al-Fatihah sebagai pembuka dari surat-surat lainnya. Al-Fatihah dikenal juga dengan sebutan As Sab’ul Matsani (tujuh yang diulang-ulang). Disebabkan surat ini dibaca berulang-ulang pada setiap roka’at dalam sholat. Dinamakan juga dengan Ummul Kitab. Karena di dalamnya mencakup pokok-pokok Al-Qur’an, seperti aqidah dan ibadah. Menurut Al-Qurtubhi surat al-Fatihah memiliki 12 nama, yakni Al-Salah (sholat, do'a), Fatihatul Kitab (induk alkitab), Ummul Kitab (induk Al-Quran), Al-matsani (berulang-ulang), Al-quranul ‘azhim (Al-Quran yang agung), Asy-syifa (penawar, obat, penyembuh), Ar-ruqyah (rukyah), Al-asas (fondasi), Al-wafiyah (yang menyeluruh, komprehensif), Al-kafiyah (yang sempurna) dan Al-fatihah (pembuka).

       Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata : telah bersabda Rosulullah SAW : Al-Hamdulillah (Al-Fatihah) adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, As-Sabul Matsaani dan Al-Qur’anul Adhim. (HR. At-Tirmidzi dengan sanad sahih). Dinamakan dengan Ummul Kitab atau Umul Qur’an, yaitu induk Al-Qur’an, karena di dalamnya mencakup inti ajaran Al-Quran.

♦ Membaca Al-Fatihah Adalah Rukun Sholat
        Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu). Dalam sabda yang lain beliau mengatakan yang artinya, “Barangsiapa yang sholat tidak membaca Ummul Qur’an (surat Al Fatihah) maka sholatnya pincang (khidaaj).” (HR. Muslim)


♦ Al Fatihah Adalah Surat Paling Agung Dalam Al Quran
        Dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan: Rosulullah SAW berkata kepadaku, “Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al-Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti?” Maka beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku. Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata; Wahai Rasulullah, Anda tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al-Quran?” Maka beliau bersabda, “(Surat itu adalah) Alhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah), itulah As Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam shalat) serta Al Quran Al ‘Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” (HR. Bukhari, dinukil dari Riyadhush Shalihin cet. Darus Salam, hal. 270)


♦ Al-Fatihah adalah surat yang paling utama
        Dari Anas bin Malik ra. berkata: Tatkala Nabi SAW dalam sebuah perjalanan lalu turun dari kendaraannya, turun pula seorang lelaki di samping beliau. Lalu Nabi menoleh ke arah lelaki tersebut kemudian berkata: “Maukah kamu aku beritahukan surat yang paling utama di dalam Al-Quran? Anas berkata: Kemudian Nabi SAW membacakan ayat ‘segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.’


♦ Al-Fatihah dapat digunakan untuk meruqyah
         Dari Abi Sa’id al-Khudry dan Abu Hurairah ra (keduanya) berkata: “Rosulullah SAW bersabda, Surat pembuka al-Kitab dapat menyembuhkan dan menawarkan racun.” Mengucapkan amin akan menghapus dosa-dosa. Dari Abu Hurairah ra., Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Jika imam mengucapkan ‘ghoiril magdhubi ‘alaihim waladh dhallin’, maka sambutlah dengan ucapan ‘amin’, karena para malaikatpun mengucapkan ‘amin’ dan sesungguhnya imampun mengucapkan ‘amin’ pula. Maka barang siapa yang ucapan ‘amin’-nya sesuai dengan ucapan malaikat, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu."

        Allah tidak pernah menurunkan dalam Taurat dan Injil yang seperti surat Al-Fatihah. (HR. At-Tirmidzi dengan sanad sohih). Al-Fatihah adalah Ruqyah, yaitu jampi-jampi untuk mengobati penyakit. (HR. Bukhari). Sholat tidak sah tanpa membaca Al-Fatihah. (HR. Muslim dan An-Nasa’i). Al-Fatihah adalah dialog hamba dengan Allah Taa’la. (HR. Muslim dan An-Nasa?i). Dari Abu Hurairah r.a dari Rosulullah SAW bersabda: Barangsiapa sholat yang tidak membaca di dalamnya Ummul Qur’an (Al-Fatihah) maka sholatnya tidak sempurna (Rasulullah SAW mengulanginya tiga kali).

        Lalu ditanyakan kepada Abu Hurairah r.a : Bagaimana apabila kita dibelakang imam. Abu Hurairah r.a menjawab: Bacalah (Al-Fatihah) dalam dirimu, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rosulullah SAW bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Aku membagi sholat (Al-Fatihah) antara Aku dengan hamba-Ku menjadi dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta.

        Apabila dia (hamba) mengucapkan: Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Allah Taa’la menjawab: Hamba-Ku memuji-Ku.Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Taa’la menjawab: Hamba-Ku menyanjung-nyanjung-Ku. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Yang menguasai hari pembalasan. Allah Taa’la menjawab: Hamba-Ku mengagung-agungkan-Ku. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Allah Taa’la menjawab: Ini adalah antara Aku dengan hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Allah Taa’la menjawab: Ini adalah untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta. (HR. Muslim dan An-Nasai).


♦ Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya) surat Al-Fatihah
        Sebagaimana diriwatkan oleh Ali bin Abi Tholib mantu Rosulullah SAW: “Surat al-Fatihah turun di Mekah dari perbendaharaan di bawah ‘arsy’”
        Riwayat lain menyatakan, Amr bin Sholih bertutur kepada kami:“Ayahku bertutur kepadaku, dari al-Kalbi, dari Abu Salih, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi berdiri di Mekah, lalu beliau membaca, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “Semoga Allah menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada).”

         Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rosulullah SAW. bersabda saat Ubai bin Ka’ab membacakan Ummul Quran pada beliau, “Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Quran. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani (tujuh kalimat pujian) dan al-Quran al-’Azhim yang diberikan kepadaku.”





      
Semoga Artikel Tentang Asbabun Nuzul Surat Al - Fatihah ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

0 komentar:

Posting Komentar