Jumat, 03 April 2015

Dahsyatnya Tenaga Do'a



        Do'a merupakan kekuatan dan tenaga yang tiada taranya karena ia berhubung dengan Zat Yang Maha Kuasa. Do'a bagi seorang mukmin adalah senjata (wasilah) karena tidak ada perlindungan dan daya kecuali dari Allah SWT.
Do'a adalah ibadah ...
Do'a adalah senjata ... 
Do'a adalah benteng ... 
Do'a adalah obat ...
Do'a adalah pintu segala kebaikan ...
Dari Ali bin Abi Thalib ra, Rosulullah SAW bersabda : 
“ Doa adalah senjata orang beriman, tiang agama dan cahaya langit dan bumi."

         Kekuatan atau kedahsyatan do'a bagi seorang muslim tidak dapat dinafikan lagi. Do'a adalah senjata buat kaum muslimin, Ad Du‟au Silahul Mu‟min. Di saat canggihnya berbagai mesin dan persenjataan abad modern ini, strategi dan kaidah peperangan, kekuatan dan kedahsyatan do'a tetap tidak dinafikan dan hanya dimiliki oleh orang-orang beriman. Hal ini disebabkan orang-orang yang beriman selain daripada berusaha semaksimal mungkin dalam setiap amal yang dilakukannya, dia juga tidak pernah lupa menggantungkan seluruh usahanya melalui do'a kepada Allah SWT. Do'a adalah senjata buat orang-orang mukmin, yang telah ditauladankan dari para Nabi dan Rosul, para sahabat, salafus sholehin.

Do'a itu mampu mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang biasa-biasa menjadi tidak terkata, yang berat jadi ringan, yang jauh menjadi dekat. Itulah dahsyatnya kekuatan do'a. Dengan do'a segalanya menjadi mungkin atas izin Allah SWT.
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya :
“Jadilah!” maka terjadilah ia. (Surah 36 : Yaasin : 82)
Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya :
“Kun (jadilah) Fayakun”, maka jadilah ia. (Surah 16 : An Nahl : 40)

Kesilapan Berdo'a :

1. Orang yang tidak pernah berdo'a dikala susah dan senang.
Dan Allah berfirman :
“Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan do'amu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (Surah 40 : Al Mukmin : 60)

2. Orang yang berdo'a ketika sedang menghadapi kesulitan, walaupaun dia terlepas dari kesulitan yang dialami dirinya mereka seolah-olah lupa pernah berdo'a kepada Allah SWT untuk melepaskan diri mereka daripada kesulitan tersebut.
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (Surah 10 : Yunus : 12)

3. Orang yang berdoa bergantung kepada suasana hatinya.

4. Orang yang pernah berdo'a tetapi menghentikan do'anya karena berputus asa (do'anya tidak dikabul).
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi SAW bersabda :
Do’a seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya : Apa yang dimaksud tergesa-gesa ? Beliau menjawab : ” Dia berkata ; Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa”. (H.R. Muslim).

5. Orang yang selalu berdoa dikala susah mahupun senang dan tidak pernah putus asa dari rahmat Allah SWT
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (Surah 35 : Faathir : 15)



        Semoga Artikel tentang Dahsyatnya Tenaga Do'a ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin 


* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

0 komentar:

Posting Komentar