Sabtu, 06 Juli 2013

Kota Cilegon

 
 
 
LETAK GEOGRAFIS
Kota Cilegon terletak antara 105º54’05” - 106º05’11” Bujur Timur dan 5º52’24” - 6º04’07” Lintang Selatan. Dengan luas 175,50 Km², Kota Cilegon memiliki 8 kecamatan dan 43 kelurahan. Kota Cilegon mempunyai batas-batas wilayah :

Sebelah Utara : Kecamatan Bojonegara Kab. Serang
Sebelah Timur : Kecamatan Kramatwatu Kab. Serang
Sebelah Selatan : Kecamatan Anyer dan Kecamatan Mancak Kab. Serang
Sebelah Barat : Selat Sunda 
Kota Cilegon merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera. dilalui beberapa sungai antara lain Kahal, Tompos, sehang, Gayam, Medek, Sangkanila, Cikuasa, Sumur Wuluh, Grogol, Cipangurungan dan Kali Cijalumpang. Diantara sebelas sungai tersebut kali Grogol merupakan yang terbesar dan hampir semuanya bermuara di Selat Sunda. Selain beberapa sungai, di Kota Cilegon juga terdapat sebuah waduk yang cukup luas yakni Waduk Krenceng yang membelah Desa Lebak Denok, Kebon Sari di Kecamatan Ciwandan dan merupakan sumber air PDAM yang dialirkan ke rumah tangga untuk sebagian wilayah di Kota Cilegon. Kota Cilegon terdiri dari delapan kecamatan dan 43 kelurahan, dengan ruas jalan sepanjang 280,20 km, beriklim tropis dengan temperatur berkisar antara 21,1ºC – 34,1ºC dengan curah hujan rata-rata 114 mm per bulan dengan topografi berbukit.


MORFOLOGI DAN FISIOLOGI
Secara umum keadaan morfologi Kota Cilegon terbagi atas tiga kelompok besar yaitu morfologi mendatar, morfologi perbukaitan landai - sedang, dan morfologi perbukitan terjal. Kota Cilegon memiliki fisik wilayah yang bervariasi baik ditinjau dari ketinggian maupun lereng. Morfologi dataran pada umumnya terdapat di wilayah timur kota dan di wilayah pantai barat kota. Morfologi perbukitan landai - sedang terdapat di wilayah tengah kota. Morfologi perbukitan terjal terdapat di sebagian wilayah utara dan sebagian kecil wilayah selatan kota.

Wilayah dataran merupakan wilayah yang mempunyai ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut (dpl), sampai wilayah pantai yang mempunyai ketinggian 0-1,0 meter di atas permukaan laut. Wilayah perbukitan terletak pada wilayah yang mempunyai ketinggian minimum 50 meter diatas permukaan laut (dpl). Di bagian utara Kecamatan Pulomerak, wilayah Puncak Gunung Gede memiliki ketinggian maksimum 551 meter di atas permukaan laut (dpl).


PENGGUNAAN LAHAN
Dilihat dari pola penggunaan lahan, secara umum lahan di wilayah Kota Cilegon awalnya berorientasi pada kegiatan pertanian. Namun, sejalan dengan perkembangan Kota Cilegon, pembangunan secara fisik berlangsung pesat sehingga terbentuk kegiatan-kegiatan dengan jenis penggunaan lahan baru dan menggeser jenis penggunaan lahan sebelumnya, sehingga gambaran Kota Cilegon pada saat ini bercirikan perkotaan dan pedesaan.

Dengan adanya kegiatan perindustrian yang cukup mendominasi Kota Cilegon, maka berdampak pula pada perubahan penggunaan lahan yang ada terutama bertambahnya penggunaan lahan untuk pemukiman.

Pemanfaatan lahan di Kota Cilegon sebagian besar masih berupa lahan tegalan (39,74%), dan lahan untuk pemukiman (23,62%). Pemanfaatan lahan lainnya terdiri atas pertanian (17,24 %), industri (15,44%), kehutanan (1,50 %), perkebunan (0,57 %), rawa (0,06 %), dan lain-lain (1,82%).

Kunjungi Website Resmi Kota Cilegon http://www.cilegon.go.id

0 komentar:

Posting Komentar