Kamis, 09 Oktober 2014

Kebenaran Nabi Muhammad SAW Yang Nyata dan Terealisasi






  • Ke-1. Ramalan Rosulullah SAW tentang Kemenangan Bangsa Romawi atas Bangsa Persia
          Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunan miliknya dari Ibnu Abbas ra tentang firman Allah yang berbunyi :
“Aliif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa romawi di negeri yang dekat”. (Ar-Ruum 1-3).
Ibnu Abbas berkomentar tentang ayat ini yaitu : Mengalahkan dan dikalahkan. Kaum musyrikin sangat senang dengan kemenangan bangsa Persia atas bangsa Romawi, karena mereka sama-sama menyembah berhala. Sedangkan kaum muslimin menyukai kemenangan Romawi karena mereka adalah ahli kitab.Dan oleh orang-orang musyrik hal itu diungkapkan kepada Abu Bakar ra, yang kemudian menyampaikannya kepada Rasulullah SAW. Lalu beliau  bersabda :

“Adapun mereka bangsa Romawi akan memperoleh kemenangannya” . Maka Abu Bakar ra pun balik menyampaikan hal itu kepada orang-orang musyrik dan mereka berkata : ” Kalau demikian, maka tetapkan batasan waktunya. Jika kami menang kami akan mendapatkan ini dan itu, jika kalian menang akan mendapatkan ini dan itu”. Kemudian Abu Bakar ra menetapkan batas waktu kepada mereka yakni lima tahun. Namun nyata bangsa Romawi belum mendapat kemenangan. Kemudian Abu Bakar memberitahukan hal itu kepada Rasulullah SAW dan bersabda : “Kenapa tidak engkau katakakan sampai dibawah?” Ibnu Abbas berkata ; “Aku berpendapat bahwa apa yang dimaksud oleh beliau adalah di bawah sepuluh tahun”.

Tingkatan hadits :
Hadis ini shohih sebagaimana di shohihkan oleh Tirmidzi, Hakim dan Dhahabi.

Kenyataan yang diramalkan :
         Telah terbukti apa yang di ramalkan Rasulullah SAW yang jujur, dimana bala tentara Romawi memang telah mampu meraih kemenangan dan berhasil mengalahkan tentara Persia pada tahun kedua hijriah. Yakni sembilan tahun setelah ramalan Beliau. Kemenangan romawi tersebut sungguh bertolak belakang dengan kenyataan yang ada pada saat itu, dan berada diluar dugaan atau perkiraan manusia. Sebab, kondisi Romawi pada saat itu sedang dalam kondisi yang lemah akibat kekalahan terhadap pasukan Persia. Sebaliknya kondisi bangsa Persia sedang dalam puncak kejayaan. sehingga demikian terbuktilah apa yang diramalkan Al Quran dan pembawanya yang agung Rasulullah SAW.



  • Ke-2. Berita Tentang Diselamatkannya badan Fira’un
        “Dan Kami mungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun diikuti oleh Firaun dan tentaranya. Ketika Firaun hampir tenggelam berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang disembah Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah diri’. Apakah kamu sekarang baru beriman padahal sesungguhnya kamu durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. HARI INI KAMI AKAN SELAMATKAN BADANMU, supaya kamu menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami”. (QS Yunus 90-92).

Yang perlu digaris bawahi adalah ungkapan kami akan selamatkan badanmu. Bagaimana Nabi Muhammad SAW akan menyampaikan ayat ini pada kaumnya? Pasti cemoohan yang akan diterima. Bangsa Arab adalah bangsa pedagang yang telah menjelajahi wilayah Syiria dan Mesir. Belum pernah sebelumnya tersiar kabar bahwa badan Fira’un yang mengaku Tuhan itu terselamatkan. Para pemuka agama Yahudi dan Nasrani juga belum pernah mengatakan bahwa badan Fira’un terselamatkan, karena memang tidak dijumpai dalam kitab mereka. Bagaimana nabi SAW akan menjelaskan hal ini? Bukankah dia hanya disuruh untuk menyampaikan ayat yang diterimanya dari Allah SWT? Kalau sekiranya Al-Quran itu karangan Muhammad SAW, apa susahnya dia tidak usah mengeluarkan perkataan tersebut. Tapi bagaimana pahit perasaan nabi ayat itu harus disampaikan kepada umatnya.

Kenyataan dari yang diramalkan :
          Namun baru tahun 1896 purbakalawan Loret, menemukan jazad tokoh tersebut dalam bentuk mumi di wadi al muluk. Kemudian 8 juli 1907 Elliot Smit membuka bungkus mumi tersebut dan badan Firaun dalam keadaan masih utuh. dan sekarang disimpan di Musium Mesir. Pada Juni 1975 ahli bedah perancis Maurice Bucaile mendapat ijin untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut dan menemukan bahwa mumi tersebut adalah Firaun yang meninggal dilaut. Disekujur tubuhnya dipenuhi unsur-unsur garam. Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.



  • Ke-3. Berita Al-Quran Tentang Berbondong-bondongnya Manusia dari Segala Penjuru untuk Menunaikan Ibadah Haji
       “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang memenuhi seruanmu dengan jalan kaki dan mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS Al Hajj 27).

Kenyataan dari yang diramalkan :
          Sungguh hebat ramalan Al-Quran tersebut. Disaat nabi SAW mengahadapi situasi yang genting akibat serangan bertubi-tubi dari kaum kafir Quraisy dan dalam keadaan agama Islam yang belum menentu itu Allah menyuruh nabi agar berseru supaya orang-orang menunaikan ibadah haji. Mungkin saat wahyu itu di sampaikan banyak yang menyaksikan kebenarannya. Kini semua sudah meyakini, setiap tahun jutaan lautan manusia dari seluruh penjuru dunia memenuhi tanah suci Mekkah dan Madinah. Sungguh tepatlah ramalan Al-Quran.


  • Ke-4. Ramalan Rosulullah Tentang Tempat Terbunuhnya Para Pembesar Quraisy Pada saat Perang Badar
          Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, dari Anas ra yang berkata : “Tatkala Rosulullah SAW tiba di Badar, Beliau memberi isyarat dengan tangannya ke tanah seraya berkata : “Ini tempat terbunuhnya si fulan”. Benar Demi Allah, tidak seorangpun bergeser dari tempat terbunuhnya dari apa yang diisyaratkan oleh beliau.

Tingkatan hadits :
Hadits ini shohih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :
         Tepat, apa yang dikatakan oleh Rosulullah SAW sungguh terbukti, yakni dua hal yang pernah diramalkan oleh beliau dan keduanya sesuai kandungan hadits yang mulia ini. Pertama akan terbunuhnya para pembesar Quraisy, dan kedua tempat terbunuhnya. Peristiwa perang Badar ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, tahun kedua hijriah.



  • Ke-5: Ramalan Rosulullah SAW tentang Penaklukan Khaibar oleh Ali ra
         Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shohihnya, bahwa Rosulullah SAW bersabda pada saat peristiwa penaklukan Khaibar :
“Esok hari aku (Nabi SAW) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah SWT melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rosulnya, dan Allah dan Rosulnya mencintainya” .

Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya didalam hati, kepada siapa diantara mereka akan diberi bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: “Kemana Ali?” lalu ada yang mengatakan kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw memberikan bendera itu kepadanya.

Tingkatan hadits :
Hadits ini shohih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :
          Telah terbukti apa yang diucapkan Rosulullah SAW, dimana penakhlukan Khaibar benar-benar terwujud melalui keperkasaan Ali ra. Tepatnya setelah sebelumnya sangat sulit dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar ra. Dan peristiwa itu terjadi pada tahun ketujuh (VII) hijriah.


  • Ke-6. Ramalan Rosulullah SAW tentang seorang bernama Qazman Bahwa Ia Termasuk Penghuni Neraka
          Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari Rosulullah SAW yang mengatakan tentang seorang laki-laki yang mengaku beragama Islam, beliau bersabda :
“Orang ini termasuk penghuni neraka”.

Maka tatkala terjadi peperangan hebat, laki-laki itupun ikut berperang bersama rombongan pasukan muslimin, dan akhirnya ia terluka dengan hebat. Kemudian ada yang bilang ; “Wahai Rosulullah, orang yang engkau katakan termasuk penghuni neraka itu ternyata hari ini berperang dengan gagah berani, dan ia telah gugur”. Beliau berkomentar singkat ; “Ia tetap akan masuk neraka”. Abi Hurairah menambahkan bahwa hampir ragu orang-orang mendengarnya. Akan tetapi, selagi mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba ada yang berteriak ; “Laki-laki tersebut belum mati”. Akan tetapi ia menderita cukup parah dan ketika malam tiba ia kehilangan kesabaran menahan sakit karena lukanya sehingga ia menusuk dirinya sendiri (bunuh diri). Dan kejadian itu dilaporkan kepada Rosulullah SAW dan spontan beliau bersabda “Allahu Akbar, aku bersaksi bahwa diriku adalah hamba Allah dan Rosul-Nya”. Kemudian beliau memerintahkan kepada Bilal agar berseru kepada orang banyak : “Bahwa tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim (berserah diri), dan bahwasannya Allah SWT akan mengukuhkan agamanya meskipun melalui orang durhaka”.

Tingkatan hadits :
Hadits ini shohih sebagaimana dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :
          Tepatlah Ramalan Rosulullah SAW bahwa Qazman memang penghuni neraka karena tidak tabah menghadapi cobaan dengan bunuh diri.


  • Ke-7. Ramalan Rosulullah SAW Bahwa Akan bertiup angin Yang Kencang
       Diriwayatkan oleh Imam Bukhari didalam kitab shohihnya dari Abbad As Saa’di yang mengatakan, bahwa kami ikut ambil bagian dalam perang Tabuk bersama Rosulullah SAW. Dan manakala rombongan kami tiba di lembah Al qura, maka terlihat seorang perempuan sedang berada di kebunnya. Lalu Rosulullah SAW bersabda kepada sahabatnya : “Tebaklah kapasitas kebun tersebut (maksudnya buah korma yang ada di kebun tersebut). Sedang beliau menebaknya sebanyak sepuluh gantang (sekitar 1,8 ton). “Kemudian beliau berkata kepada perempuan itu : “Hitunglah berapa banyak kebunmu akan memberi hasil”. Selanjutnya kami tiba di Tabuk, beliau berkata lagi : “Nanti malam akan bertiup angin yang sangat kencang, maka jangan sampai ada seorangpun berdiri pada saat hal itu terjadi. Dan bagi yang memiliki onta, hendaklah ia mengikatnya kuat-kuat”. Maka kami mengikat unta-unta kami kuat-kuat, dan ternyata anginpun bertiup dengan sangat kencangnya. Tiba-tiba ada orang yang berdiri dan ia tersapu angin hingga ke gunung Thaiy. Pada waktu itu penguasa Ailah menghadiahkan kepada Rosulullah SAW seekor bighal betina berwarna putih dan sehelai kain sprei untuk dipakai dan menyuratinya sebagai pemberitahuan bahwa rakyat Ailah tetap tinggal di dalam rumahnya dan bersedia membayar jizyah. Setelah itu kami kembali melewati lembah Al Qura, beliau menanyai perempuan pemilik kebun : “Berapa banyak yang di hasilkan oleh kebunmu?” Perempuan itu menjawab : “Sebanyak sepuluh gantang, sesuai apa yang diperkirakan Rosulullah SAW”.

Tingkatan hadits :
Hadits ini shohih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :
Sungguh Rosulullah SAW seorang yang jujur dan benar.


  • Ke-8. Ramalan Rosulullah SAW tentang Penaklukan kota Al Hiirah
         Diriwayatkan oleh Ibnu Hiban dalam Kitab shohihnya, bahwa Rosulullah SAW bersabda :
“Telah digambarkan kepadaku kota AlHiirah seperti taring-taring anjing dan kalian akan menaklukannya” .

Tingkatan hadits :
Hadits ini secara dzahir shohih sebagaimana di shohihkan oleh Al Haitsami.

Kenyataan dari yang diramalkan :
         Telah terbukti apa yang diberitakan oleh Rosulullah SAW, dimana kaum muslimin benar-benar telah berhasil membebaskan kota Al Hiirah secara damai melalui Khalid bin Walid ra, tepatnya pada tahun kedua belas (XII) hijriah. Khalid mensyaratkan dalam perjanjian damai tersebut, bahwa penduduk Al Hiirah menyetor jizyah sebanyak sembilan puluh ribu dirham, dan ini merupakan jizyah pertama yang di tarik kaum muslimin.


  • Ke-9. Berita Al Quran bahwa gunung-gunung itu berjalan sebagaimana jalannya awan
“Dan kau lihat gunung kau sangka diam, padahal ia terbang bagaikan awan”. (QS An-Naml 88).


Kenyataan dari yang di beritakan :
         Lewat surat An Naml ayat 88, Al-Quran memberitahukan bahwa bumi kita yang kita sangka diam, sebenarnya bergerak bagaikan awan, yang oleh saint modern dibuktikan dengan gerakan gulirnya secepat 11,18 km per detik, sambil bergerak mengitari matahari dengan kecepatan 29,79 km per detik.


  • Ke-10. Ramalan Rosulullah SAW tentang pembebasan Bait Al Maqdis
        Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shohihnya, bahwa Rosulullah SAW bersabda tentang tanda-tanda dekatnya hari kiamat, salah satunya kaum muslimin berhasil menaklukan Baitul maqdis.

Tingkatan hadits :
Hadits ini shohih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya.

Kenyataan dari yang diramalkan :
        Telah menjadi kenyataan apa yang diramalkan oleh Rosulullah SAW tersebut, dengan di bebaskannya Baitul Maqdis pada masa khalifah Umar Bin Khatab ra, tepatnya pada tahun kelima belas (XV) hijriah.


  • Ke-11. Ramalan Rosulullah SAW tentang penaklukan Kota Al Madaain
         Diriwayatkan oleh Imam muslim Bahwa Rosulullah SAW bersabda :
“Sungguh sekelompok kaum muslimin atau mukminin akan menguasai gudang-gudang harta Kisra yang terdapat di istana Putih”.

Tingkatan hadits :
Hadits ini shohih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :
        Tepatlah ramalan Rosulullah dimana kaum muslimin benar-benar dapat menaklukan kota Madaain dimana terdapat padanya Istana Putih Kisra. Penaklukan ini terjadi pada tahun keenam belas (XVI) hijriah di bawah komando panglima Sa’ad bin Abu Waqas ra.


  • Ke-12. Ramalan Rasulullah tentang Penaklukan Mesir
          Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya kalian akan menaklukan Mesir, yakni sebuah negeri yang dikenal sebagai negeri Qiraat. Maka apabila kalian menguasainya, berlaku baiklah kepada penduduknya. Karena mereka memiliki hak pertalian darah dan hak persaudaraan. Atau beliau mengucapkan hak pertalian atau hak kekerabatan. Lalu apabila engkau menyaksikan dua orang bercekcok pada tempat batu merah, maka keluarlah darinya”.

Abu Dzar ra berkata :
“Benar aku melihat Abdurrahman bin Syarhabil bin hasan dan saudaranya yaitu Rabi’ah bertengkar pada tempat batu merah, lantas aku pun meninggalkan negeri itu.

Tingkatan hadits :
Hadits ini shohih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :
         Rosulullah SAW benar. Dimana terbukti, bahwa kaum muslimin telah berhasil menaklukan Mesir pada tahun kedua puluh (XX) hijriah dengan dipimpin panglima Amru bin Ash ra. Pasukan itu mendapat restu dari khalifah Umar bin Khatab ra.

Imam Nawawi berkomentar : Bahwa didalam hadits tersebut terkandung mukjizat yang nyata dari Rosulullah SAW yang diantaranya adalah : Pembitahuan beliau bahwa umatnya akan menguasai Mesir.


  • Ke-13. Ramalan Rosulullah SAW tentang Zainab, Bahwa Ia Adalah istri yang pertama menyusul kematian Beliau

          Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim dalam kitab shohihnya dari Aisyah ra yang berkata, bahwa Rosulullah SAW bersabda :
“Yang paling cepat menyusulku diantara kalian(istri- istriku) adalah yang paling panjang ukuran tangannya”.

Aisyah ra melanjutkan : “Merekapun saling menjulurkan tangannya dan mengukur siapa diantara mereka yang paling panjang ukuran tangannya. Lalu Aisyah menambahkan lagi : “Ternyata yang paling panjang ukuran tangannya adalah Zainab, karena ia bekerja dengan tangannya dan bersedekah”.

Tingkatan hadits :
Hadits ini shohih sebagaimana diriwayatkan oleh Asysyaikani.

Kenyataan dari yang diramalkan :
       Demikianlah yang terjadi. yaitu sebagaimana yang diramalkan oleh junjungan kita Rosulullah SAW, bahwa memang Zainablah diantara istrinya yang paling cepat menyusul kematiannya.


  • Ke-14. Ramalan Rasulullah saw tentang Fathimah, Bahwa ia adalah Orang pertama diantara anggota keluarganya yang menyusul kematian Beliau.
          Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, bahwa Rosulullah SAW bersabda :
“Setiap tahun Jibril as mengetes Al-Quran bersamaku sebanyak satu kali, dan tahun ini ia melakukannya sebanyak dua kali. Aku (nabi) merasa, bahwa hal itu merupakan isyarat sudah dekat ajalku, dan engkau Fathimah adalah orang pertama diantara keluargaku yang menyusul kepergianku” .

Tingkatan hadits :
Hadits tersebut shohih sebagaimana disepakati Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :
      Tepat sekali apa yang diramalkan oleh Rosulullah SAW, bahwa Fathimah adalah anggota keluarganya yang pertama menyusul kematian beliau. Benar Fathimah tidak hidup lama setelah wafatnya Rosulullah SAW, kecuali hanya enam bulan.


  • Ke-15. Ramalan Rasulullah tentang Perang melawan Bangsa Turki.
          Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shohihnya, bahwa Rosulullah SAW bersabda :
“Tidak akan terjadi kiamat sebelum kalian memerangi bangsa Turki, yang bermata elang, berwajah kemerah-merahan, berhidung kecil, seakan-akan muka mereka seperti perisai berlapis kulit”.

Kenyataan dari yang diramalkan :
          Tepatlah kiranya apa yang disabdakan oleh Rosulullah SAW. Memang, telah berkali-kali terjadi peperangan antara kaum muslimin dengan bangsa Turki. Yang pertama terjadi pada masa khalifah Umar ra, tepatnya tahun kedua puluh dua (XXII) hijriah dibawah panglima Abdurahman bin Rabi’ah ra.




           Semoga artikel tentang Kebenaran Nabi Muhammad SAW Yang Nyata dan Terealisasi ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

0 komentar:

Posting Komentar