Jumat, 17 Oktober 2014

Kita Tahu Tapi Kita Tidak Mengamalkan



Pesan singkat ini aslinya berbahasa Arab yang dikirimkan oleh salah seorang dosen saya dulu di S1. Pesan ini membuat saya banyak merenung, lalu berfikir untuk menerjemahkannya agar lebih bermanfaat.*

Ibnu Qayyim Rahimahullah pernah berkata:
(Diriwayatkan bahwa seorang budak wanita belia wafat karena wabah "tha'un". Lalu ayahnya melihatnya dalam mimpi..!!
Maka ia berkata kepadanya: Wahai putriku... ceritakan kepada kami tentang akhirat.
Maka ia menjawab: Wahai ayahandaku... sungguh kami telah datang di atas perkara yang sangat berat, dan sungguh dulu kami telah mengetahui tapi kami tidak mengamalkannya. demi Allah..! sungguh satu "tasbih" dan satu "raka'at" dalam lembaran amalku jauh lebih aku cintai dari dunia dan isinya.


Saudaraku ...
Renungkan perkataan budak belia di atas, bukankah ia telah mengucapkan perkataan yang sangat dahsyat "Kami telah mengetahui tapi kami tidak mengamalkan". Bukankah banyak diantara kita yang belum memahami maksudnya?..

Kita telah mengetahui bahwa jika kita mengucapkan "Subhanallah wa bihamdihi" seratus kali, maka dosa-dosa kita akan diampuni walau ia seluas samudera...
(Lalu hari dan malampun berlalu namun kita tidak mengucapkannya)

Kita telah mengetahui bahwa dua raka'at sholat Dhuha, sama seperti 360 sedekah...
(Lalu hari berganti hari pergi menjauh, namun kitapun tak pernah menegakkannya)

Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang berpuasa sunnah sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari jilatan api Neraka 70 tahun perjalanan.
(Lalu tahun demi tahunpun berlalu namun kita lalai dari berpuasa sunnah di jalan Allah)

Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang menjenguk orang sakit, maka ia akan diikuti 70 ribu malaikat yang memohonkan ampun baginya kepada Allah.
(Lalu kitapun belum menjenguk satupun orang sakit minggu ini)

Dan kita telah mengetahui bahwa siapa yang shalat atas jenazah dan mengikuti ke makamnya sampai ia dikubur. Maka baginya dua "qirath" pahala seperti gunung Uhud.
(Lalu minggu demi minggupun berlalu, namun kita tak sekalipun mengantar saudara seiman ke kuburan)

Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang membangun masjid untuk Allah walau sebesar sarang burung, maka Allah akan membangun baginya rumah di Surga.
(Lalu kitapun belum berkontribusi untuk membangun sebuah masjid walau dengan sepuluh Dinar)

Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang membantu seorang janda dan anak-anaknya yang miskin, maka ia seperti orang yang berjihad di jalan Allah, dan seperti orang yang berpuasa di siang hari dan tidak berbuka, serta seperti orang yang bangun seluruh malam dan tidak tidur.
(Lalu kitapun sampai sekarang belum berbuat untuk meringankan beban janda miskin dan anaknya)

Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang membaca satu huruf al-qur'an, maka baginya satu hasanah, dan satu hasanah mendapat sepuluh kebaikan sepertinya.
(Lalu kitapun lalai dan luput dari membaca al-qur'an setiap hari)

Kita telah mengetahui bahwa haji mabrur balasannya adalah surga, dan pahalanya adalah, ia kembali seperti dihari dimana ia dilahirkan "bersih dari dosa".
(Lalu kitapun tak berusaha menyempurnakan ibadah haji, sementara kondisi dan situasi sangat dimudahkan untuk kita)

Dan kita telah mengetahui bahwa kemuliaan seorang mu'min adalah "qiyamullail" dan bahwasanya Rasulullah beserta sahabatnya tidak pernah meremehkan urusan sepanjang umur mereka, walau di tengah kesibukan mencari sesuap penghidupan, serta dalam berjihad menyebarkan dienul Islam.
(Sementara kita betapa besarnya kita meremehkan urusan qiyamullail)

Dan kita telah mengetahui bahwa Kiamat akan tiba dan tidak ada keraguan di dalamnya, dan Allah akan membangkitakan semua dari kuburnya.
(Lalu kitapun belum menyiapkan diri dan bekal untuk hari itu)

Kita telah banyak menguburkan mayit dan shalat atas mereka.
(Namun kitapun belum bersungguh-sungguh untuk menyambut hari seperti ini, seakan ada garansi bahwa kita tak termaksud)

Ketahuilah....
Wahai Saudara dan saudariku yang tercinta karena Allah.. bahwa setiap nafas yang kita hembuskan, semakin mendekatkan kita kepada ajal yang telah ditetapkan masanya.
(Lalu kitapun masi tenggelam dalam lalai dan senda gurau)

Telah tiba masanya... setiap detik yang kita lalui dapat merubah tujuan hidup kita, dan mempersiapkan bekal terbaik kita untuk hari hisab itu (pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya, dan setiap orang pada hari itu memiliki urusan yang menyibukkannya)

Selamat dan keberkahan bagi yang telah membaca dan memahaminya kemudian bersegera untuk mengamalkannya.
Dan semoga balasan terbaik dari Allah bagi yang membagikannya sebagai "tadzkirah".


Oleh : Ustadz Musyaffa' Addariny, MA.




         Semoga artikel tentang Kita Tahu Tapi Kita Tidak Mengamalkan ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

0 komentar:

Posting Komentar