Sabtu, 22 November 2014

Adab Menguap



          
           Salah satu ibadah yang telah diremehkan oleh sebagian kaum muslim adalah menjaga adab-adab yang telah diajarkan oleh Islam. Ada diantara adab-adab tersebut memang terkesan sepele, tetapi jika kita mengamalkannya dengan niat beribadah dan dengan niat meneladani Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, amal tersebut akan bernilai ibadah di sisi Allah Ta’ala.


Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Berikut ini hal remeh temeh tapi ternyata sesuatu yang menjadi bahasan dalam Islam, yakni menguap.

Salah satu adab islami yang sudah banyak ditinggalkan kaum muslimin adalah adab ketika menguap. Banyak kaum muslimin saat ini yang tidak mengetahui adab ini. Ketika menguap, seharusnya seorang muslim menahannya semampu mungkin. Akan tetapi, banyak dari kita, membuka mulut lebar-lebar saat menguap, sehingga semua orang pun bisa melihat seluruh isi mulutnya.

Sesungguhnya jika seorang muslim mengetahui betapa besar pahala yang akan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika seorang muslim meneladani Rosul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam maka sudah pasti manusia akan berlomba-lomba melaksanakan adab-adab yang telah diajarkan oleh Islam ini. Meskipun hal tersebut dalam perkara yang remeh di mata manusia.

Dalam sebuah hadis riwayat Al-Bukhari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Menguap itu dari setan, maka bila seorang dari kalian menguap hendaklah ia berusaha menolaknya semaksimal mungkin." (HR. Muslim)

Dari satu hadis mulia ini, demikian pula beberapa hadis lainnya, kita akan mempelajari adab mulia yang mesti diperhatikan oleh orang yang menguap. Berikut beberapa adab tersebut.


  • 1.  Anjuran untuk menolak menguap
Hal ini sebagaimana dalam hadis yang telah kita sajikan di atas bahwa menguap adalah dari setan, maka itu kita dianjurkan untuk menolaknya semaksimal mungkin.


Menguap Ketika Sholat

Demikian pula bila dirasa menguap tersebut akan datang kepada seorang yang sedang mengerjakan ibadah salat, maka hendaknya ia lebih ekstra lagi dalam menolaknya. Sebab kondisi salat lebih utama untuk dijaga dari pada kondisi-kondisi lainnya.

Dalam hal ini Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:

“Bila seorang dari kalian menguap dalam salat, maka hendaklah ia menahannya semaksimal mungkin, sebab setan bisa masuk." (HR. Muslim).

Setan akan masuk? Hal ini bukan hal aneh bagi mukmin yang beriman, sebab setan benar-benar bisa masuk ke tubuh manusia. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya setan bisa berjalan pada (tubuh) manusia seperti mengalirnya darah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).


  • 2.  Menutup mulut dengan tangan
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, no. 2995 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersaba:

Bila seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangan, sebab setan bisa masuk. (HR. Muslim)


  • 3. Tidak mengucapkan ‘Haaah’ , ‘Huuaaah’ atau semacamnya
Hal ini sebagaimana telah dijelaskan pada hadits di atas. Alasannya adalah, suara seperti ini dapat membuat setan tertawa. Ia menertawakan orang yang menguap dengan cara seperti ini. Sudikah anda ditertawakan oleh setan? Tentu saja kita tidak ingin membuat setan tertawa lantaran merasa senang, girang dan menang.


  • 4. Tidak mengangkat suara ketika menguap
Mengangkat suara ketika menguap termasuk adab yang tidak baik, tidak enak didengar dan dapat membuat orang lari menjauh.

Sebagian orang terkadang sengaja mengangkat suara ketika menguap untuk membuat orang tertawa, dan dia bangga melakukannya. Ketahuilah! Itu bukan adab yang baik. Justru sebaliknya setan yang akan menertawakannya. Maka itu, hendaklah ia meninggalkan menguap dengan cara seperti ini.




   

          Semoga artikel tentang Adab Menguap ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari Andi Ibnoe Badawi Mazid

0 komentar:

Posting Komentar